Peristiwa Editor : Ivan Aditya Rabu, 27 Februari 2019 / 09:41 WIB

KKN di Sabah Atasi Masalah Pendidikan

NGAWI, KRJOGJA.com - Sabah Malaysia masih menjadi fokus perhatian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini, banyak anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang sangat membutuhkan sentuhan prndidikan.

Rektor UNS Solo, Prof Dr Ravik Karsidi MS menggambarkan kondisi anak-anak WNI memprehatinkan. Persoalan pendidikan bagi anak pekerja perkebunan di kawasan Sabah Malaysia itu secara khusus telah dilaporkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Atase Pendidikan.

"Hanya saja untuk mengatasi memang tidak mudah, karena ada keterbatasan dan ketertutupan dari Pemerintah Malaysia. Dalam kondisi seperti ini UNS menerjunkan mahasiswa KKN," jelas Prof Ravik yang didampingi Dr Rahayu, Ketua UPT KKN usai kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) pelaksanaan KKN di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Selasa (26/02/2019).

Pengabdian mahasiswa itu, lanjutnya, mendapat apresiasi para pekerja maupun Konjen Indonesia di Malaysia. "Konjen sangat senang dengan KKN setiap 6 bulan, karena merasa dibantu persoalan pendidikan di wilayah perbatasan," ujar Prof Ravik.

Sementara bagi mahasiswa, Sabah menjadi lokasi KKN paling favorit selain di Nusa Tengara Barat (NTB). Pada periode Januari-Februari 2019, mahasiswa yang KKN di Kinabalu Sabah Malaysia sebanyak 19 orang, sementara NTB  99 orang.

Hari itu secara resmi sebanyak 1.756 mahasiswa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ditarik. Upacara penarikan secara simbolis dilangsungkan di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Jawa Timur. (Qom)