Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 24 Februari 2019 / 20:20 WIB

Puan Maharani Imbau Rawat Keberagaman dan Persatuan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menko PMK Puan Maharani menyerukan agar masyarakat Indonesia menjaga keberagaman dan persatuan untuk pembangunan Indonesia,menuju negara sejahtera ,maju dan berbudaya.
 
"Negara kita sungguh bagaikan mozaik yang indah, dari sebuah bangsa yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. (Maka--red) tugas kita bersama untuk menjaga, merawat, dan membangun keberagaman tersebut, untuk kehidupan yang bermartabat, sejahtera, dan maju,” kata Menko PMK, Puan Maharani, dalam sambutannya pada Perayaan Cap Gomeh dalam rangka Tahun Baru Imlek di Jakarta, Minggu (23/3 2019).
 
Menurut Menko Puan kehadiran masyarakat Tionghoa beserta budayanya sejak berabad-abad lalu telah memperkaya khasanah budaya Nusantara, mulai dari  kuliner, busana, bangunan, dan lain sebagainya. Demikian pula dengan Perayaan Imlek yang puncaknya berupa kegiatan Cap Go Meh setiap tahunnya tidak terbatas bagi masyarakat Tionghoa saja, tapi juga telah melibatkan berbagai etnis lain yang ada di Nusantara. 
 
"Kepada seluruh umat Tionghoa di mana saja berada, saya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua. Saya berharap Perayaan Cap Go Meh dapat menjadi perekat kita sebagai bangsa yang bersatu dan tidak mudah terpecah belah serta tetap menjaga toleransi.”
 
Semangat Perayaan Cap Go Meh dengan pelibatan keberagaman etnis bangsa asli Indonesia, menurut Menko PMK, dapat menjadi pengingat kembali bahwa  lewat kebersaman dalam keberagaman ini, bangsa dan negara Indonesia terus membangun dirinya secara kerja bersama dan gotong royong. Dengan kebersamaan ini pula, upaya membangun Indonesia akan dapat mempercepat terwujudnya Indonesia yang sejahtera, maju dan berbudaya. 
 
Bhinneka Tunggal Ika, lanjutnya, merupakan komitmen bersamai Bangsa Indonesia untuk menjaga keberagaman dan persatuan bangsa berlandaskan Pancasila sebagaimana cita-cita Bapak Pendiri Bangsa. “Karena hanya dengan Pancasila kita dapat bersatu. Meninggalkan Pancasila berarti mencabut jati diri kita sebagai bangsa dari akar terdalamnya. Jangan sampai bangsa ini kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang ramah dan toleran.”
 
Dalam acara Perayaan Cap Go Meh ini, Menko PMK menyatakan apresiasinya kepada Penyelenggara Acara dan Para Penerima Penghargaan Pelestarian Budaya Tionghoa. Acara turut dihadiri oleh Perwakilan Staf Khusus Presiden; Perwakilan Lemhanas; Wakil Ketua DPR RI, Utut Adiyanto; Ketua Dewan Pembina Cap Go Meh, Charles Honoris dan jajarannya. Sebagai tanda dimulainya Perayaan Cap Go Meh, Menko PMK berkesempataan memukul tambur dan disaksikan oleh sekitar 1000-an masyarakat yang antusias mengikuti jalannya perayaan ini. Perayaan Cap Go Meh di tahun 2019 ini juga turut dimeriahkan oleh atraksi budaya dari etnis Dayak, Betawi, dan tentu saja Barongsai. (Ati)