DIY Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 24 Februari 2019 / 14:05 WIB

Gandung Pardiman Tindak Tegas ‘Mafia’ Gas

WONOSARI, KRJOGJA.com - Anggota Komisi VII DPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM mengungkapkan, pengawasan elpiji 3 kilogram sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) dan Gubernur. Kesimpulannya pengecer yang menaikan harga terlalu tinggi, akan kena sanksi hukum. 

"Jika permainan harga terus menerus terjadi akan dipotong mekanismenya. Pengecer tidak bisa lagi jualan gas. Masyarakat langsung membeli di pangkalan atau SPBU dengan harga normal yakni Rp 15.000 hingga Rp 17.500 per tabung," kata Gandung Pardiman usai acara Sosialisasi Tugas Fungsi dan Capaian Kerja Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)  bersama anggota Komisi VII DPR RI di Balai Desa Banaran, Playen, Sabtu (23/02/2019). Kegiatan dihadiri Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan MM,  Area Manager Comunication dan CSR  Pertamina DIY-Jateng Andar Titi Lestari, Kades Banaran Suminto, Anggota DPRD Gunungkidul Heri Nugroho, muspika dan undangan. 

Diungkapkan, kebutuhan tabung 3 kg di DIY per hari 500 ribu tabung. Hal ini menjadi perhatian agar rakyat tidak menjadi korban permainan harga. Karena dilapangan harganya bisa mencapai Rp 25 ribu per tabung 3 kg. Bahkan ada rumah makan besar menghabiskan 60 tabung per hari. Hal ini tidak boleh, karena tabung 3 kg untuk warga kurang mampu dan usaha mikro. “ Bersama Pertamina, ESDM, kepolisian akan dilakukan penindakan di lapangan,"  imbuhnya.  (Ded)