Jateng Editor : Agus Sigit Sabtu, 23 Februari 2019 / 20:13 WIB

Pembakar Sepeda Motor di Temanggung Ditangkap

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Kepolisian Kepolisian Resor Temanggung berhasil mengungkap kasus pembakaran dua sepeda motor di Dusun Kalisalam, Desa Ketitang, Jumo, Kabupaten Temanggung. 

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Hariyadi mengatakan berhasil menangkap dua tersangka pembakar sepeda motor di teras rumah Sungkono warga Kalisalam, Desa Ketitang, yang terjadi Senin (18/2).

"Kami menangkap kedua tersangka yakni BW dan ES warga Desa Ketitang Jumat malam," kata Dwi Hariyadi, Sabtu (23/2) 

Dia mengatakan pengungkapan kasus berkat kerja keras tim Polres Temanggung dan tim Jatanras Polda Jateng. Berdasar keterangan BW selaku eksekutor yang menuangkan bensin pada sepeda motor dan membakarnya menggunakan korek api gas. Sedangkan ES mengetahui rencana sejak awal dan dia membeli bensin bersama BE di sebuah warung bensin di Desa Jombor, Kecamatan Jumo.

Dwi mengungkapkan kejadian berawal pada Minggu (17/2) sekitar pukul 22.00 WIB BW dan ES membeli bensin di Desa Jombor yang diwadahi dengan sebuah botol. Usai membeli bensin mereka pulang ke rumah masing-masing.

Pada sekitar pukul 01.45 WIB, lanjutnya, BW mengendarai sepeda motor  dengan nomor polisi AA 4127 NN menuju rumah korban. Sesampai di pertigaan Diwek, sekitar 300 meter sebelum tempat kejadian, BW mematikan mesin sepeda motornya dan mendorongnya sampai depan rumah korban, kemudian melakukan pembakaran sepeda motor yang berada di teras rumah korban dengan menyiramkan bensin kemudian menyulutnya.

"Pembakaran diketahui sekitar pukul 02.00 WIB oleh keluarga Sungkono yang kemudian memadamkannya," katanya.

Keduanya, tegas Dia, dijerat dengan pasal Pasal 187 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. Kepolisian telah menahannya, dan kasus dikembangkan mengingat masih ada tersangka berinisial R yang diburu karena melarikan diri. Tersangka R selaku yang menyuruh dua tersangka, sekaligus yang mendanai. Sekitar Rp 1 juta.

"Kasus masih dikembangkan. Kami masih memburu R. Kemungkinan pembakaran di Temanggung ada kaitannya dengan kota lain masih diperlajari," katanya. 

Tersangka BW mengatakan dia melakukan pembakaran sepeda motor tersebut karena disuruh seseorang berinisial R dengan imbalan Rp 1 juta. "Saya disuruh membakar sepeda motor tersebut untuk memberi pelajaran pada korban, karena korban sudah melontarkan kata-kata tidak baik dan menyinggung perasaan R," katanya.

Dia mengatakan mau melakukan pembakaran tersebut karena membutuhkan uang. Setelah pembakaran sepeda motor dia bekerja di kebun sekitar rumahnya. (Osy)