Jateng Editor : Ivan Aditya Sabtu, 23 Februari 2019 / 14:31 WIB

Pedagang Pasar Tolak Politik Uang

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Para pedagang tradisional di Pasar Krendetan Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo bertekad menolak pemberian uang untuk memilih calon wakil rakyat maupun presiden dalam Pemilu April mendatang. Sikap menolak politik uang itu disampaikan pada acara Grebeg Pasar Krendetan yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Purworejo di pasr itu.

Seperti disampaikan Semikem (67), warga Desa Krendetan ini mengaku akan menolak politik uang. Pedagang jamu gendong di Pasar Krendetan ini juga mengaku saat tahap pencoblosan 17 April nanti tidak ingin dipaksa untuk memilih calon pemimpin tertentu. “Saya tidak mau yang aneh-anehlah. Apalagi kalau dipaksa untuk memilih orang tertentu,” katanya, Sabtu (23/02/2019).

Sri Astuti (52), pedagang sembako asal Desa Sumorejo, Bagelen, juga mengaku tidak mau menerima pemberian uang saat melakukan pencoblosan di TPS nanti. “Saya berani menolak politik uang,“ tegas Sri Astuti yang sudah berdagang di pasar itu selama tiga puluh tahun.

Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq SH SThI MKn mengatakan, sangat ironis jika untuk menentukan wakilnya dipengaruhi dengan lembaran uang dengan nilainya yang tidak lebih dari lima puluh ribu. “Bawaslu perlu mengajak masyarakat di Pasar Krendetan ini untuk menolak politik uang agar pemimpin yang terpilih bisa menjadi tumpuan untuk memajukan masyarakat Purworejo,” katanya. (Nar)