DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 23 Februari 2019 / 17:47 WIB

Melesyarikan Budaya Melalui Kegiatan Akademik

SLEMAN, KRJOGJA.com - Usaha melestarikan budaya Jawa dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui kegiatan akademik. Untuk itu, perwakilan Kraton Yogyakarta yang terdiri dari KPH Notonegoro dan RM Marrel Suryokusumo mengunjungi beberapa universitas di DIY, salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) guna membangun kemitraan dengan pihak akademisi.

"Kami diberi peluang untuk ikut menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Kraton Yogyakarta, terkait pelestarian budaya, terutama pada program digitalisasi dan pengkajian manuskripmanuskrip," jelas Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY, Prof Dr Endang Nurhayati MHum.

Ia mengatakan ada beberapa kesepakatan yang akan terjalin antara FBS UNYdan Kraton Yogyakarta, salah satunya pengadaan program magang bagi mahasiswa. "Program magang ini nantinya bisa diikuti oleh mahasiswa baik dari prodi seni maupun bahasa. Kami juga menawarkan untuk ikut membedah naskah di Pameran Naskah Kraton Yogyakarta 7 Maret nanti," jelas Endang.

Sementara itu, KPH Notonegoro, menyambut baik program magang mahasiswa tersebut. Pasalnya, selain bisa membantu proses digitalisasi dan pengkajian manuskrip, mahasiswa juga bisa mendapat pengalaman yang menarik dan tidak semua orang bisa merasakan.

"Tentu, dari Kraton Yogyakarta membuka kesempatan mahasiswa untuk magang di tempat kami. Mereka bisa mendapat hal baru, misal melihat manuskrip kagungan nDalem yang jarang terlihat," ungkapnya.

Ia menilai, kerja sama dengan akademisi mampu mendorong pelestarian budaya, mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kraton Yogyakarta tak sebanyak di UNY. Tak hanya itu, pihak Kraton Yogyakarta juga masih berdiplomasi dengan pihak-pihak yang memiliki manuskrip maupun peninggalan lain milik Kraton. Seperti diketahui, cukup banyak naskah kuno milik Kraton Yogyakarta yang berada di Inggris, Belanda dan belahan dunia lain. (M-1)