Jateng Editor : Ivan Aditya Sabtu, 23 Februari 2019 / 16:46 WIB

Glamping De'Loano Sasar Milenial

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Kampanye pariwisata dengan menyasar pada nomad atau pengembara, juga familiar dengan sebutan para backpacker, gencar dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Sebuah gerakan baru yang dibungkus dengan sebutan nomadic tourism atau konsep wisata temporer, dari akses maupun fasilitas, kini tengah dikembangkan.

Pemerintah menyadari nomadic tourism akan menjadi tren baru wisatawan zaman now. Pasalnya kurang lebih 50 persen dari kurang lebih 16 juta turis yang berkunjung ke Indonesia adalah kaum milenial atau mereka yang lahir antara dekade 80 hingga awal tahun 2000. Kebanyakan wisatawan lokal pun demikian, mereka adalah para milenial.

Para anak muda ini pun punya cara berbeda dalam berwisata. Mereka cenderung ingin mengunjungi banyak objek dalam waktu singkat. Selain itu kebanyakan Generasi Y ini bukan dari kalangan masyarakat berkantong tebal.

Mereka memiliki hasrat berwisata yang demikian tinggi, didorong keinginan untuk eksis di dunia maya, maka tempat-tempat eksotis dan kekinian lah yang bakal dituju. "Milenial ini memiliki ciri nomadic dan digital, mereka ini sasaran baru pariwisata," kata Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, kepada KRJOGJA.com, baru-baru ini.

Peluang menggiurkan itu coba ditangkap dengan menggerakkan sumber daya yang dimiliki. Kementerian menugaskan Badan Otorita Borobudur (BOB) yang dibentuk tahun 2017 untuk mengembang misi tersebut.

Tidak perlu menunggu lama, lahirlah Glamorous Camping (Glamping) De'Loano, di hutan pinus Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo seluas 1,3 hektare. Glamping De'Loano merupakan kerjasama BOB dengan Perum Perhutani. Badan otorita menyebut kawasan itu Borobudur Highland. (Jas)