Ragam Editor : Ivan Aditya Sabtu, 23 Februari 2019 / 00:15 WIB

INGIN DIKENAL DUNIA

Warga Jogonalan Ciptakan Motor dan Sepeda dari Kayu

BILA umumnya sepeda onthel terbuat dari rangka besi, namun di tangan Sarijo kayu dapat disulapnya menjadi sebuah alat transportasi kayuh. Warga Desa Seworagan Kelurahan Tambaan Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten Jawa Tengah ini membuat seluruh bagian sepeda dari kayu.  

Mulai sadel, roda hingga ruji-ruji. Tak hanya sepeda onthel saja yang dibuatnya, oleh Sarijo kayu juga dirakit untuk dapat menjadi sebuah sepeda motor.

Keterampilan Sarijo membuat sepeda kayu bukan didapatnya secara tiba-tiba, maklum saja ayah dua orang anak ini kesehariannya bekerja sebagai perajin mebel di rumahnya yang biasa membuat almari, tempat tidur, meja maupun kursi. Kemampuannya itu kemudian dikembangkannya untuk menciptakan sepeda onthel maupun sepeda motor.

“Keseharian memang bergelut dengan kayu, jadi kerajinan menggunakan kayu bukan pekerjaan baru bagi saya. Namun untuk membuat sepeda kayu bisa dibilang baru, karena berawal dari coba-coba,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com.

Sarijo mengungkapkan, sepeda unik buatannya ini terinspirasi dari sebuah jam dinding yang terbuat dari kayu. Dalam benaknya ia berpikir, jika jam dinding saja dapat dibuat dari kayu mengapa ia tak mencoba berinovasi membuat sepeda dari kayu.

Pada tahun 2018 Sarijo mulai mewujudkan idenya itu. Awalnya memang nampak aneh dilihat maupun dikendarai, namun setelah berkali-kali mengalami perbaikan akhirnya Sarijo dapat membuat sepeda kayu secara sempurna seperti yang diharapkannya.

“Dulu awalnya itu motor kayu, terus saya bikin sepeda. Yang pertama itu diameter ban standar seperti umumnya, yang kedua coba lebih unik lagi sampai yang ketiga diameretnya terus bertambah,” jelas Sarijo.

Sepeda kayu buatan Sarijo memiliki panjang sekitar 130 cm dengan berat mencapai 15 kg. Model yang dibuatnya pun juga unik dimana roda depan sepeda lebih besar dari pada roda belakang.

Untuk ban sepeda ia melapisi roda kayu tersebut menggunakan ban bekas mobil yang dipotongnya lalu dibuat melingkar seukuran roda. Tak lupa untuk keamanan dalam berkendara ia juga melengkapi sepeda dengan rem belakang.

Walau terbuat dari kayu namun ada beberapa bagian yang Sarijo belum dapat berinovasi, semisal untuk alat penggerak dimana ia masih menggunakan rantai serta gir baik depan maupun belakang. Untuk pedal Sarijo juga memanfaatkan bahan besi sebagai genjotan pada kaki.

Sarijo mengungkapkan, sepeda kayu buatannya ini terbuat dari kayu pohon waru. Menurutnya kayu jenis ini terbilang kuat dan tak mudah patah serta dapat mudah diperoleh dengan harga yang relatif terjangkau.

Kayu-kayu tersebut merupakan bahan sisa dari proses produksi saat ia membuat kerajinan mebel. Sementara untuk bahan-bahan tambahan seperti rantai, gir, pedal maupun rem Sarijo mengaku mendapatkannya dari bengkel sepeda yang tak jauh dari rumahnya.

Untuk saat ini Sarijo mengaku masih membuat sepeda kayu untuk sekedar menyalurkan hobi dan bakatnya saja, alias ia belum terpikirkan untuk memproduksi atau bahkan mematenkan karyanya. Namun demikian sudah ada beberapa orang yang melihat dan bahkan menawar sepeda unik ini untuk dimiliki.

Ditawar Rp 15 Juta Tak Dilepas

Sarijo dengan sepeda dari Kayu buatannya. (Evi Anafiah)

“Pernah ditawar Rp 15 juta, bahkan ada yang mau menukarnya dengan sepeda motor CBR tapi saya bilang nanti dulu. Sebenarnya juga butuh uang, tapi saya balik lagi sebelum sepeda ini dikenal saya memang belum akan menjualnya," kata Sarijo.

Sarijo berharap hasil karyanya ini dapat diterima para pecinta sepeda di tanah air. Untuk mengenalkan produk uniknya tersebut Sarijo tak segan untuk ‘gowes’ keliling kota bahkan hingga lintas provinsi dengan mengendarai sepeda kayu ciptannya. Harapan Sarijo, karya seni yang dia buat dengan tangan dan jerih payahnya, dapat dikenal dunia.

“Selain menjaga kesehatan, saya juga ingin memperkenalkan sepeda kayu ini kepada masyarakat. Saya ingin sepeda kayu ini tak hanya dilihat dari keunikannya saja, melainkan juga manfaatnya,” terang Sarijo. (Evi Nur Afiah)