DIY Editor : Danar Widiyanto Jumat, 22 Februari 2019 / 18:10 WIB

Pelestarian Budaya, Kraton Yogyakarta Bekerjasama dengan FBS UNY

SLEMAN, KRJOGJA.com - Usaha melestarikan budaya Jawa dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui kegiatan akademik. Untuk itu, perwakilan Kraton Yogyakarta yang terdiri dari KPH Notonegoro dan RM Marrel Suryokusumo mengunjungi beberapa universitas di DIY, salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) guna membangun kemitraan dengan pihak akademisi.

"Kami diberi peluang untuk ikut menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Kraton Yogyakarta, terkait pelestarian budaya, terutama pada program digitalisasi dan pengkajian manuskrip-manuskrip," buka Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY, Prof Dr Endang Nurhayati MHum kepada KRJOGJA.com di Gedung PLA FBS UNY, Jumat (22/2/2019). Ia mengatakan ada beberapa kesepakatan yang akan terjalin antara FBS UNY dan Kraton Yogyakarta, salah satunya pengadaan program magang bagi mahasiswa.

"Program magang ini nantinya bisa diikuti oleh mahasiswa baik dari prodi seni maupun bahasa. Sehingga, mereka bakal mendapat sesuatu yang baru dan jarang dibicarakan orang. Kami juga menawarkan untuk ikut membedah naskah yang ada di Pameran Naskah Kraton Yogyakarta 7 Maret nanti, seperti alih aksara manuskrip dan mendiskusikannya dari berbagai sudut pandang agar orang lain juga paham," jelas Endang.

Sementara itu, KPH Notonegoro, perwakilan dari Kraton Yogyakarta menyambut baik adanya program magang mahasiswa tersebut. Pasalnya, selain bisa membantu proses digitalisasi dan pengkajian manuskrip, mahasiswa juga bisa mendapat pengalaman yang menarik dan tidak semua orang bisa merasakan. "Tentu, dari Kraton Yogyakarta membuka kesempatan mahasiswa untuk magang di tempat kami. Mereka bisa mendapat hal baru, misal melihat manuskrip kagungan nDalem yang jarang terlihat," ungkapnya. Ia menilai, kerjasama dengan akademisi mampu mendorong pelestarian budaya, mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kraton Yogyakarta tak sebanyak di UNY.

Tidak hanya itu, pihak Kraton Yogyakarta juga masih berdiplomasi dengan pihak-pihak yang memiliki manuskrip maupun peninggalan lain milik Keraton. Seperti diketahui, cukup banyak naskah kuno milik Keraton Yogyakarta yang berada di Inggris, Belanda dan belahan dunia lain. "Beberapa tahun ini kami sedang berusaha agar itu dikembalikan ke kami, baik dari British Library atau Universitas Leiden, Belanda. Sudah ada beberapa yang versi digital," tambah RM Marrel Suryokusumo.

Beberapa manuskrip digital itu bakal dipamerkan dalam Pameran Naskah Kraton Yogyakarta di Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta, 7 Maret-7 April 2019, sekaligus menjadi puncak rangkaian kegiatan Peringatan Tingalan Jumenengan Dalem atau ulang tahun ke-30 Kenaikan Tahta Sri Sultan HB X. Selain manuskrip digital, juga akan dipamerkan naskah-naskah fisik warisan Sri Sultan HB V seperti babad, serat dan cathetan warni-warni dari Perpustakaan Kraton, KHP Widyabudaya. (M-1)