Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 22 Februari 2019 / 16:10 WIB

Terduga Tersangka Ikut Meninggal, Kasus Gugur Demi Hukum

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Kasus tewasnya pasutri, Adik Haryono (47) dan Muntamah (40), yang ditemukan tewas di kediamannya di Kampung Harjomulyo, Siswpdipuran, Boyolali Kota, Kamis (21/2/2019) kemarin, dinyatakan gugur demi hukum sebab terduga tersangka, yakni Adik Haryono, meninggal dunia. 

"Kami masih mengumpulkan keterangan para saksi. Tapi garis besarnya, karena dua-duanya meninggal dunia, kasus tersebut gugur demi hukum," kata Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (22/2/2019). 

Diketahui, terduga tersangka yang dimaksud Kapolres adalah suami Muntamah, Adik Haryono. Sebab kondisi pada saat ditemukan, Haryono tergantung di bagian leher di bawah tangga. Sementara Muntamah tergeletak di lantai kamar tidur dengan luka bekas jeratan di leher. Ditemukan pula surat wasiat yang diduga ditulis oleh Haryono, berisi kekecewaan ia membenci perceraian dan minta dimakamkan di Mojosongo, kampung halamannya."Motifnya (masalah) keluarga," sambung Kapolres tanpa menjelaskan lebih jauh. 

Sementara itu, jenazah Muntamah dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Kiringan, Kecamatan Mojosongo, Jumat siang. Usai pemakaman, kakak Muntamah, Margono, yang pertama kali mendapati adiknya dan suaminya tewas mengatakan, pihak keluarga memang meminta jenazah tidak diotopsi karena penyebabnya dinilai sudah jelas. Ia sendiri menduga adiknya dihabisi suaminya kemudian bunuh diri. 

Sementara untuk pengasuhan kedua ponakannya yang masing-masing berusia 2,5 tahun dan 7 tahun, keduanya akan diasuh oleh keluarha Muntamah. "Soal pengasuhan hak anak, akan ikut kami di sini," pungkasnya.(Gal)