Ragam Editor : Agus Sigit Jumat, 22 Februari 2019 / 16:47 WIB

Sering Ada Penampakan Mahasiswi Garap Tugas di Ruang Rektorat, Siapa Dia?

TUGAS akhir yang dikerjakan Vania (nama samaran) seorang mahasiswi asal Kalimantan, banyak revisinya. Konsep skripsinya banyak coretan disana sini. Sehingga siang malam Vania harus lembur memperbaiki di kampus yang ada Wifi-nya. Tempat kampus yang disukai Vania adalah teras rektorat. Karena tempat itu sejuk dan sepi. Tapi tak banyak mahasiswa yang menyukai tempat itu.

Hingga suatu malam Bari (nama samaran) seorang mahasiswa asal Madiun yang sangat aktif atau biasa disebut aktifis, datang ke kampus. Rupanya ada persiapan gladi resik dalam rangka seminar nasional, yang akan diadakan besok pagi. Agar besok bisa ready semua, tentunya malam ini harus gladi resik.

Seperti dikutip dari Harianmerapi.com, Tak sengaja Bari lewat pintu masuk utama yang melalui gedung rektorat. Biasanya dia selalu menggunakan jalan samping agar lebih efektif cepat sampai aula kampus atau auditorium. Namun malam itu Bari lewat rektorat.

Nampak oleh Bari dari kejauhan sesosok gadis berwajah sayu yang sedang asyik. Jari-jemarinya menari-nari di atas tuts laptopnya. Namun nampak dari kejauhan pula, wajah gadis itu begitu lusuh dan sayu, pasti kelelahan mendera tubuhnya. Bari kemudian menceritakan apa yang dilihatnya kepada Dista sahabatnya, yang ditemui di ruang Auditorium kampus.

Setelah melakukan serangkaian gladi resik di auditorium kampus, Bari pun meninggalkan kampus untuk pulang. Memang disengaja lewat Gedung rektorat untuk bisa menemui lagi si wajah sayu di teras Rektorat yang dilihatnya tadi.

Namun Bari tak menemui wajah sayu. Karena penasaran, Bari pun bertanya pada security yang jaga malam itu. Sang security pun menceritakan kejadian itu tersebut. Bahwa gadis berwajah sayu dan lesu yang selalu di depan laptop itu adalah penampakan Vania, yang meninggal di teras gedung rektorat beberapa tahun yang lalu.

Vania kelelahan karena mengejar waktu agar cepat menyelesaikan pendidikannya dan cepat wisuda. Hal itu membuat Vania tertekan hatinya, sampai akhirnya meninggal secara mengenaskan.

Agar tidak terjadi seperti yang dialami Vania, kini pihak kampus tak membuat peraturan sulit yang menyebabkan mahasiswa tingkat akhir stres. (Rahmaditya Khadifa)