Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 22 Februari 2019 / 14:47 WIB

Desa Kalipoh Raih Penghargaan Proklim Madya Kementrian LHK

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Dinilai berkomitmen kuat dalam hal menghadapi perubahan iklim, Desa Kalipoh Kecamatan Ayah Kebumen berhasil meraih penghargaan Apresiasi Partisipasi Proklim (Program Kampung Iklim) Kategori Madya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Penghargaan diberikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian LHK di Jakarta, baru-baru ini," ungkap Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Disperumkimlh) Kebumen, Siti Durotul Yatimah MM, di ruang kerjanya, Jum'at (22/02/2019).

Menurut Siti Durotul Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program nasionalyang dikelola Kementerian LHK dalam rangka menghadapi dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

"Kementerian LHK ingin mengajak masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam menghadapi perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca tersebut," ujar Siti.

Adapun komponen utama proklim adalah adaptasi dan mitigasi. Sejumlah aksi yangmenyangkut adaptasi adalah pengendalian kekeringan, banjir dan tanah longsor. Juga, peningkatan ketahanan pangan, antisipasi kenaikan permukaan air laut, intrusi air laut, abrasi akibat angin dan gelombang tinggi serta pengendalian penyakit terkait iklim.

"Sedangkan dalam hal mitigasi diantaranya berupa pengelolaan limbah padat dan cair, penggunaan energi terbarukan, sistem pertanian rendah emisi gas rumah kaca. Juga, peningkatan tutupan vegetasi, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," papar Siti.

Berbagai aksi adaptasi dan mitigasi Kalipoh selama dua tahun terakhir inimenghasilkan nilai 51 hingga 80 % Tim Penilai Proklim Kementerian LHK atau kategori Proklim Madya. Sedangkan di bawahnya adalah Proklim Pratama dengannilai maksimal 50 %. Adapun Proklim Utama nilainya 81 sampai 100 % dan Proklim Lestari adalah Proklim Utama yang berhasil membina 10 desa lainnya untuk menjadi kampung iklim. (Dwi)