Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 22 Februari 2019 / 14:05 WIB

Sarapan tak Hanya Kenyang, Terapkan Prinsip ABC

SAAT mengonsumsi sarapan yang penting untuk diingat adalah “porsinya tepat dan nutrisinya lengkap. Bukan hanya berprinsip pada tingkat kekenyangan saja, sebab sarapan sehat harus dapat memenuhi 25%-30% dari total angka kebutuhan gizi (AKG) yang diperlukan setiap harinya. 

Corporate Nutritionist dari Nestlé Indonesia, Eka Herdiana membagikan beberapa informasi menarik terkait pemenuhan sarapan sehat dan bergizi. Termasuk, menciptakan tiga prinsip utama yaitu, ABC (Atur-Baca-Cukupi).

1. ATUR PORSI untuk memastikan jumlah asupan makanan cukup (tidak berlebih dan tidak kurang) sehingga mendukung aktivitas setiap hari. Sarapan alangkah baiknya bila terdiri dari semua zat gizi yang dibutuhkan, dimana ½ piring berisi sayuran dan buah-buahan (dengan sayuran lebih banyak dari buah), dan sisa ½ piring berisi karbohidrat, dan lauk-pauk yang mengandung protein.

2. BACA LABEL kemasan makanan untuk memperhatikan kandungan gizi dan cara penyajian sehingga membantu masyarakat agar memahami produk yang mereka konsumsi dan dapat menikmati manfaat produk secara maksimal. Dengan semakin sibuknya kegiatan orang tua dan juga anak, tentunya banyak tantangan dalam mempersiapkan menu sarapan yang sesuai dengan kaidah kelengkapan gizi. 

Karena itu, banyak sekali yang kini mengggunakan makanan cepat saji atau makanan kemasan sebagai alternatif. Menyadari hal tersebut, Diana mengingatkan para orang tua untuk selalu cermat dalam membaca kandungan nilai gizi di kemasan produk. Hal ini penting bagi orang tua untuk dapat memperkirakan bahan makanan lain yang perlu dilengkapi untuk memenuhi gizi asupan sarapan anak-anak.

3. CUKUPI ASUPAN GIZI yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan mengonsumsi beragam jenis makanan. Usahakan untuk mengonsumsi lebih dari satu jenis makanan dalam periode tertentu. Walaupun anak suka dengan satu jenis sayur, coba dikreasikan dengan jenis sayur lain, maupun jenis protein atau sumber karbohidrat lainnya sehingga selain tercukupi gizinya, anak juga tidak mudah bosan dan semangat dalam mengonsumsi sarapan.

Kebutuhan gizi anak dan dewasa tentu berbeda. Hal ini diperngaruhi beberapa faktor seperti berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin dan aktivitas. Sebagai contoh, rata-rata kebutuhan energi dewasa sekitar 2000 kkal, sedangkan untuk anak-anak sekitar 1300-1700 kkal, tergantung faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut hendaknya kita perhatikan porsi yang dapat diaplikasikan melalui isi piringku.

Untuk porsi dewasa, isi piring saat sarapan baiknya terdiri atas ½ piring sayuran dan buah-buahan (dengan sayuran lebih banyak dari buah), dan sisa ½ piring berisi karbohidrat, dan lauk-pauk yang mengandung protein. Sementara untuk anak, pembagian piring dibagi rata 3 bagian untuk karbohidrat, protein, dan vitamin serta mineral. (*)