Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 22 Februari 2019 / 13:32 WIB

Batu Raksasa Ancam Jembatan Jeruk Purut

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Sebongkah batu berukuran raksasa menutup kolong Jembatan Jeruk Purut di Desa Kaliharjo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Akibatnya akses alternatif penghubung Disa Kaliharjo dan Hulosobo terancam putus. Fondasi bawah jembatan retak akibat desakan batu.

Batu berukuran tinggi kurang lebih tiga meter itu hanyut dari lereng bukit ketika drainase Hutan Mraba'an banjir besar beberapa tahun silam. "Karena kolong jembatan lebih kecil, akhirnya batu tertahan di hulu jembatan," ungkap warga Kaliharjo, Wagiran, kepada KRJOGJA.com, Jumat (22/2).

Batu menghambat aliran air, terutama saat hujan lebat. Batu menutup hampir seluruh mulut kolong jembatan berukuran panjang 3 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,5 meter itu.

Menurutnya, upaya menghancurkan batu dengan cara manual beberapa kali dilakukan warga namun selalu gagal. "Karena tersumbat bertahun-tahun dan ada dorongan air dari hulu, batu itu mendesak fondasi hingga retak. Apabila dibiarkan, warga khawatir akses putus," tuturnya.

Kepala Dusun Jeruk Purut Sarono menambahkan, ada yang mengatakan cara menghacurkan baru dengan diledakan. Namun, katanya, warga khawatir usaha itu dapat berdampak pada semakin rusaknya jembatan.

Dikatakan, jembatan itu merupakan akses milik desa. Kendati demikian, perannya penting karena menjadi jalur alternatif masyarakat Kaliharjo, Hulosobo, Somongari dan Kaligono. "Selain itu kalau tidak segera ditangani, ada lima rumah di dekat jembatan yang terancam limpasan air apabila drainase banjir besar," terangnya.

Pemerintah desa mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati Purworejo dengan tembusan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo. Pihak pemkab menindaklanjuti dengan mengecek lokasi.

Kasi Kedaruratan BPBD Purworejo Iman Tjiptadi mewakili Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Sutrisno mengatakan, pihaknya menindaklanjuti surat dengan pengecekan lokasi. Pengamatan dilakukan untuk melihat kondisi batu dan upaya penanganannya. 
"Untuk penanganannya nanti kami susun dan jadi usulan materi rakor kajian bencana," tuturnya. (Jas)