DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 22 Februari 2019 / 13:21 WIB

Kantor Imigrasi Yogyakarta Amankan WNA Inggris

YOGYA, KRJOGJA.com - Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Yogyakarta, menangkap Warga Negara Asing (WNA) yang menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia dan mengganggu lingkungan.

WNA yang telah ditangkap berdasarkan hasil pengecekan data keimigrasian tersangka bernama Terence Byrne (73) kewarganegaraan asal Inggris. Penangkapan bermula saat mendapat laporan dari masyarakat melalui sosial twitter. Lapora menyebutkan ada orang asing yang meresahkan warga serta mengganggu ketertiban umum di wilayah Prawirotaman.

Ketika ditelusuri oleh tim pengawas orang asing berdasarkan laporan masyarakat, beberapa homestay tidak bisa memberikan keterangan. Artinya keberadaan WNA tidak diketahui. Hingga pada hari Kamis 21 Februari, tim imigrasi kembali memperoleh laporan WNA diketahui keberadaanya tinggal di Homestay Tropis. 


Menurut keterangan pemilik homestay yang bersangkutan sudah tinggal sejak bulan Januari 2019 dan saat ini belum membayar uang sewa kamar. "Yang punya homestay komplen, yang bersangkutan orangnya marah-marah terus dan suka mengancam, tapi posisi yang bersangkutan tidak berada di tempat," kata Radithia Jati R kasubsi intelejen kesaksian, Jum'at (22/02/19).

Setelah mendapat keterangan dari pemilik homestay, tim imigrasi melakakan penyisiran dan mendapatkan yang bersangkutan sedang meminta-minta makan di salah satu warung Prawirotaman.

Diduga WNA tersebut mengalami kesehatan atau kondisi mehilangan akan sehat,  sehingga yang bersangkutan harus segera diamankan.  " Kami amankan ke kantor imigrasi dan ditempatkan di ruang detensi, karena orang ini tidak bisa menunjukan dokumennya dengan alasan kecolongan," kata Radithia. 

Ketika dijumpa para wartawan di ruang detensi imigrasi kelas 1 TPI Yogyakarta, WNA tersebut terus-terusan berteriak minta dibukakan pintunya dan keluar. Rencananya, hari ini pukul 10:00 WIB yang bersangkutan akan dipindahkan ke rumah detensi Semaranguntuk dikembalikan ketempat asalnya. (Evi Nur Afiah)