DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 22 Februari 2019 / 12:36 WIB

Pedagang Pasar Bendungan 'Boyongan' Bangunan Baru

WATES, KRJOGJA.com - Ratusan pedagang Pasar Bendungan yang menempati pasar relokasi pasca terbakar tiga tahun yang lalu, Kamis (21/02/2019) 'boyongan' menempati Pasar Bendungan yang baru saja selesai dibangun. Sembari membawa sebagian dagangan, para pedagang membentuk arak-arakan dari lokasi relokasi pasar menuju lokasi pasar yang baru, dipimpin Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo Drs Krissutanto. 
 
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Bendungan Sri Haryati mengatakan, semua pedagang baik yang lama atau baru sudah didata dan mendapatkan tempat berdasar zonasi. Pembuatan zonasi dibuat sesuai barang dagangan yang akan diperjualbelikan. “Semua telah terakomodir. Kita selaku Ketua APPSI selalu berkomunikasi baik dengan Dinas Perdagangan maupun para pedagang. Semua sudah mendapatkan tempat, baik pedagang lama, pedagang baru maupun pedagang arakan (tidak memiliki tempat tetap) sesuai dengan zonasinya," ujarnya.
 
Adanya informasi bahwa ada pedagang yang merasa kurang pas dengan lokasi baru maupun merasa dirugikan dengan zonasi yang dilakukan, dijelaskan Sri Haryanti, hanya kurang berkomunikasi saja. Sebab kenyataanya setelah dilakukan komunikasi dan pendekatan para pedagang tersebut bisa menerima. “Memang tidak mudah ketika akan menempatkan pedagang yang jumlahnya hampir 900 pedagang, dalam sebuah lokasi baru. Permasalahan pasti akan ada, namun intinya sampai saat ini semua bisa terakomodir," katanya.
 
Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo Drs Krissutanto, Pasar Bendungan baru adalah pasar yang telah merepresentasikan bentuk pasar modern. Karena tidak hanya bangunan baru, tetapi penataan Pasar Bendungan baru dengan sistem zonasi dan ke depan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik. “Secara bentuk bangunan, sistem zonasi dalam penataan pedagang telah merepresentasikan bentuk sebagai pasar modern, diharapkan bisa mendukung keberadaan bandara NYIA yang telah dibangun dan akan segera beroperasi,” ujarnya.
 
Krissutanto meyakini bahwa tidak ada pedagang pasar baik pedagang lama maupun pedagang baru yang tidak terkomodir. Sebab sesuai maping (pemetaan) yang dilakukan, jumlah bangunan yang tersedia dan banyaknya pedagang tidak ada permasalahan. Jika memang mau, para pedagang besok sudah bisa berjualan di sini," tambahnya. (Wid/Rul)