DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 21 Februari 2019 / 19:55 WIB

Bangunan NYIA Harus Berkualitas dan Memberi Pelayanan Terbaik

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Perusahaan pemrakarsa pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura (AP) I minta keberadaan sarana transportasi udara di kawasan pesisir selatan Kecamatan Temon tersebut harus benar-benar mampu memberikan pelayanan terbaik. Sehingga imagenya NYIA memiliki kualitas yang baik.  

"Saya menekankan kepada tim baik PT AP I maupun mitra usahanya PT Pembangunan Perumahan (PP)-KSO untuk mengutamakan kualitas, mengerjakan proyek NYIA sebaik mungkin dan saat beroperasi mampu memberikan pelayanan terbaik. Kendalanya memang saat ini musim penghujan tapi kita tetap terus usahakan bahkan ada yang menyarankan menggunakan pawang hujan. Tentang cuaca memang sulit dikontrol. Insya Allah April 2019 bisa beroperasional minimum," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno saat meninjau lokasi NYIA.

Kehadiran Menteri BUMN didampingi Dirut PT AP I Faik Fahmi, Proyek NYIA, Taochid Purnomo Hadi, Juru Bicara  Proyek NYIA Agus Pandu Purnama dan Wakil Bupati (Wabup) Kulonprogo Drs H Sutedjo. 

Dalam kunjungannya, Menteri Rini menyempatkan diri meninjau toilet wanita di terminal NYIA. 
Lebih lanjut Rini Sumarno mengatakan, NYIA merupakan salah satu bandara terbesar di Indonesia setelah Bandara Soekarno Hatta dan Ngurah Rai Bali. "Progres pembangunan cukup baik. Namun demikian, kami selalu menekankan bahwa harus betul-betul dijaga kualitas bangunan karena ini bandara internasional, baik kualitas bangunan, kualitas keamanannya, harus benar-benar diperhatikan," jelasnya.

Dirut PT AP I Faik Fahmi menegaskan sesuai kontrak kerja dengan PT PP-KSO pengerjaan proyek NYIA akan selesai pada Juli 2020 tapi PT AP I berkomitmen NYIA bisa selesai 100 persen pada Desember 2019. Rencanananya, pada April 2019, bisa selesai 50 persen. Artinya posisi 50 persen tersebut airside runway selesai 100 persen dan terminalnya 30 persen sehingga bisa untuk penerbangan internasional. 

"April nanti diharapkan sudah bisa beroperasi khususnya untuk penerbangan internasional yang ada di Bandara Adisucipto dipindah ke NYIA ke Kulonprogo," tuturnya.

Total keseluruhan proyek yang selesai pada April 2019 mendatang tambah Faik sekitar 50,2 persen. Kalau untuk penerbangan internasional, airside sudah bisa 100 persen jadi dengan panjang runway 3.250 meter dan bisa menampung 23 unit pesawat. Kendati demikian pengoperasian NYIA pada April 2019 masih menunggu verifikasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Jadi bukan kita yang menetapkan kapan bisa dioperasikan, tapi nanti mengacu hasil verifikasi dari Kemenhub. Kami ikut saja," jelas Faik Fahmi.

Pihaknya tetap optimistis NYIA, bandara internasional karya anak bangsa ini targetnya beroperasi pada 7 April, tapi kalau pun nanti bisa mundur maksimum dua minggu. "Hal penting yang kita lakukan adalah bandara ini dikerjakan dengan kualitas nomor satu dan yang terbaik, sebab NYIA akan menjadi bandara internasional yang bisa menjadi kebanggaan tidak hanya masyarakat di Yogyakarta tapi juga Bangsa Indonesia," tuturnya.(Rul)