DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 21 Februari 2019 / 23:55 WIB

Bantu Petani, Gandung Serahkan Benih Bagi 10 Gapoktan

BANTUL, KRJOGJA.com - Sebanyak 10 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Piyungan Bantul mendapat bantuan benih dan alat pertanian. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu petani dalam upaya meningkatkan produksi gabah di Piyungan. Dari beberapa elemen penentu produksi gabah, benih merupakan faktor paling vital. Agar target tercapai, digelar sosialisasi hasil Litbang Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bertema 'Pemanfaatan  hasil Litbang Batan Demi Kesejahteraan Masyarakat di Balai Desa Srimulyo Piyungan Bantul.

Dalam acara itu  juga diserahkan benih padi varietas padi unggulan Sidenuk oleh anggota DPR RI, Drs Gandung Pardiman MM didampingi Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Batan, G  Hendig Winarno, KA UPTD  Balai Pelaksana  Penyuluhan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Ir  Imawan  Eko  Handriyanto MP, serta tokoh masyarakat Teguh Santoso.

Gandung mengatakan,  diserahkannya benih tersebut sebagai  langkah awal meningkatkan produk pertanian agar petani sejahtera.  Karena petani di Desa Srimartani, Sitimulyo serta Srimulyo membutuhkan sentuhan langsung. “Kami siap akan menjadikan Piyungan ini sebagai pilot project  pengembangan pertanian,” ujar Gandung Pardiman. 

Politis Partai Golkar asal Dusun Numpukan Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Bantul  punya tekad untuk memajukan Gapoktan. Hal tersebut harus dimajukan untuk mengurangi kemiskinan.   “Saya orang Bantul asli Karangtengah Imogiri, jadi Gapoktan di Bantul salah satunya di Piyungan harus diberikan pendampingan,” ujarnya.

Oleh karena itu aspirasi rakyat harus dikawal, tidak hanya pertanian.  Selain bidang pertanian Gandung Pardiman juga sudah membuat 12 sumur bor  tahun 2018 dan tahun 2019  ini sedikitnya 19 sumur bor akan segera dibangun di DIY.   

Sementara itu Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Batan, G  Hendig Winarno mengatakan, varietas padi unggulan Sidenuk sudah dikembangkan di seluruh Indonesia.  Paling tinggi produktivitasnya dari Semarang yang mencapai 13 ton per hektare. Varietas ini  tidak banyak membutuhkan air seperti jenis lainnya. 

Sedang Teguh Santoso mengatakan, Gapoktan di Kecamatan ada 10 dari Desa Srimartani, Srimulyo dan Sitimulyo. “Mereka yang dibantu akan dikembangkan di daerah masing-masing,” ujarnya. 

Anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Sitimulyo Piyungan Bantul, Maryadi  mengatakan, selama ini beragam varietas dimanfaatkan petani. Dengan adanya bantuan benih ini diharapkan produksi meningkat. "Khusus  benih ini akan kami coba, nanti hasilnya bagaimana. Ketika hasilnya baik varietas dari Pak Gandung ini akan kami budidayakan di wilayah kami," ujarnya.(Roy)