DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 21 Februari 2019 / 21:51 WIB

Busyro Ingatkan Bahaya Tren Korupsi di Kalangan Muda

BANTUL, KRJOGJA.com – Mantan ketua KPK, Busyro Muqodas menyebutkan sejak 2010 telah muncul tren kasus korupsi dengan pelaku di rentang usia 40 tahunan kebawah. Hal ini menggambarkan pola korupsi yang menggerogoti pelaku yang berusia cenderung lebih muda dari kasus-kasus sebelumnya. Nama-nama seperti Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Nazarudin ia contohkan saat berpidato di hadapan peserta pelantikan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) DIY di Pendopo Pasaramya Kompleks Pemerintah Kabupaten Bantul, Kamis (21/02/2019).

“Mereka yang dipilih oleh rakyat, mestinya mandiri mewakili rakyat. Tapi begitu cepatnya kemandirian mereka yang terpilih di parlemen luntur pada kepentingan elit dan bisnis,” tandas Busyro yang juga salah satu Ketua PP Muhammadiyah.

Pelantikan yang membawa tema ‘Rekonstruksi Gerakan sebagai Manifestasi Spirit Kemandirian Pelajar’ ini dihadiri oleh 120 tamu undangan dari berbagai elemen pelajar dan organisasi kepemudaan se-DIY. Terdapat 45 personalia yang dilantik untuk mengarungi jabatan hingga 2020 mendatang.

Dalam agenda ini hadir pula Ketua Umum PP IPM Hafizh Syafaaturrahman, Sekretaris PWM DIY Sukiman, dan Kabag Administrasi Pemerintah Kabupaten Bantul Sukamto. Hadir pula Ketua Umum dan Sekretaris Umum PW IPM DIY 2016-2018 yang pada agenda ini secara resmi menyerahkan jabatannya pada periode selanjutnya.

Sementara itu, untuk mengawali masa jabatannya, Ketua Umum terpilih, Ahmad Hawari Jundullah menyampaikan harapannya agar potensi pelajar bisa dikumpulkan menjadi spirit kemandirian yang digaungkan hingga dua tahun ke depan. "PW IPM DIY memiliki agenda aksi Griya Komunitas. Ada satu bidang baru, yaitu bidang Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan, kita berharap banyak juga disitu," kata Jundul, sapaan akrabnya.

Dalam mendukung perjalanan PW IPM DIY, Ketum PP IPM Hafizh Syafa'aturrahman yang berperan sebagai pelantik juga memberikan sambutan. "Sudah saatnya kita masuk ke sekolah (umum), taman pelajar, dan daerah-daerah. Kalau kita selalu terkungkung pada sekolah Muhammadiyah, maka pelajar di luar itu siapa yang bertanggungjawab?" tanya Hafizh seraya memotivasi PW IPM DIY untuk memperluas jangkauan dakwahnya.

Tak ketinggalan, Kabag Administrasi Kabupaten Bantul Sukamto mewakilkan sambutan Bupati Bantul yang menekankan akan perlunya keberlanjutan dari kontribusi IPM dalam menghadapi tantangan zaman. "Apa yang telah dilakukan IPM diharapkan dapat dilanjutkan. Milenial membawa banyak manfaat. Akan terperangkap keadaan yang mempersulit jika tidak berhati-hati," pesan Sukamto. (Nabhan/Hammam)