Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 21 Februari 2019 / 22:33 WIB

Kurang Asupan DHA Ganggu Perkembangan Otak

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kekurangan asupan asam lemak esensial DHA dapat menganggu perkembangan otak dan kemampuan belajar pada anak-anak. Demikian dikatakan Prof Dr Hardinsyah, Pakar Gizi dan Ketua Umum Pergizipangan, di Jakarta, baru-baru ini.

Keadaan ini sangat memprihatinkan mengingat fakta bahwa delapan dari 10 anak Indonesia mengalami kekurangan konsumsi DHA dan Omega 3. Yang membuat miris, berdasarkan hasil penelitian pakar gizi dari UI dan IPB, termasuk Prof Dr Ahmad Sulaeman, diketahui lebih dari 80 persen anak Indonesia terbukti kekurangan DHA, salah satu unsur gizi yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Penelitian yang dilakukan berdasar dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 itu menemukan bahwa delapan dari 10 anak usia sekolah Indonesia yang berumur 4-12 tahun kekurangan nutrisi otak sebab kekurangan asupan asam lemak esesial (Essential Fatty Acid) khususnya asupan DHA dan Omega 3 dibanding angka acuan dari WHO. Asam Lemak Esensial (EFA) sendiri merupakan kelompok asam lemak yang penting bagi kesehatan manusia dan harus tercukupi dari asupan makanan.

Prof Hardinsyah yang juga Guru Besar IPB dan Rektor Universitas Sahid mengatakan DHA bersama kelompok asam lemak esensial yang lain memegang peranan penting bagi perkembangan otak anak. "Defisit DHA bisa menyebabkan kerusakan syaraf," kata Guru Besar IPB itu.

Sementara itu hasil penilaian tentang efektifitas pendidikan sekolah dasar di Indonesia ternyata juga belum bisa memberikan hasil yang memuaskan. Kemampuan nalar siswa dinilai masih rendah, meski jam pelajaran SD di negeri ini lebih banyak dibanding negara lain. Fakta itu didapat sebagai Hasil Penilaian Pendidikan untuk Kebijakan yang dilaksanakan oleh Kemendikbud, pada 14 Desember 2016. (Fon)