DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 21 Februari 2019 / 16:37 WIB

Warganet Deklarasi Gerakan Lawan Hoax Pemilu

YOGYA, KRJOGJA.com - Netizen, Blogger, Youtuber dan Seniman digital Yogyakarta bersama Forum Pemuda Kreatif menggelar Deklarasi Gerakan melawan hoax di Loco Coffe Shop Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (21/02/2019) siang. Deklarasi warganet Yogjakarta ini dilakukan agar menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif di wilayah Yogyakarta pada Pemilu 2019.

Gerakan melawan hoax dilakukan dengan cara mengedukasi warganet Yogyakarta melalui kampanye kreatif di dunia maya. Ketua Pelaksana Kegiatan, Hafyz Marshal mengatakan terlaksananya deklarasi tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat untuk mewujudkan Yogyakarta tanpa hoax dan isu SARA yang marak saat ini.

Gerakan tersebut menurut dia merupakan kontribusi kreatif warganet Yogyakarta untuk ikut aktif mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019. “Warganetizen Yogyakarta bersama Forum Pemuda Kreatif mencoba ikut ambil bagian sebagai garda terdepan melawan hoax dan menangkal isu SARA demi terciptanya pemilu 2019 yang damai, hal tersebut menjadi penting guna menjamin keberlanjutan pembangunan nasional manusia Indonesia seutuhnya yang saat ini gencar dilakukan” ungkapnya usai diskusi.

Setelah acara tersebut nantinya diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan untuk selektif memilih berbagai informasi yang tersebar di media sosial. Sementara bagi kalangan warganet diharapkan dapat melawan hoax dengan aktif memproduksi konten konten positif yang membangkitkan optimisme bangsa menatap masa depan dengan ikut mensukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019.

Aktivis media sosial Prihadi Beny Waluyo mengatakan pesta demokrasi seharusnya bukan menjadi momok bagi masyarakat karena bersifat gembira. Namun beberapa pihak memanfaatkan momen tersebut untuk menyebarkan konten negatif mulai dari isu SARA hingga isu hoax terutama di kalangan penggiat media sosial.

"Warganetizen khususnya kalangan blogger, youtubers dan content creator lainnya harusnya dapat memanfaatkan pesta demokrasi dengan gembira dan optimis melalui konten konten tulisan, grafis dan vlog serta bentuk kreatif lainnya yang mendidik dan menghibur guna menciptakan proses demokrasi yang berkualitas, bukannya justru mencari kesalahan apalagi memecah belah dengan konten konten berbau SARA. Jangan sampai isu agama dan informasi hoax menjadi alat kepentingan jangka pendek yaitu hanya untuk menang di pesta demokrasi dengqn cara tidak bermartabat,” ungkap Beny mengimbuhkan.

Senada dengan Beny, Ramaditya Domas Hariputro yang hadir sebagai pemateri selanjutnya menilai kampanye kreatif melawan hoax juga harus dilakukan oleh masyarakat dan netizen guna membendung gerakan-gerakan yang mengeksploitasi kabar berita hoax didunia maya pada kontestasi politik saat ini sehingga beresiko menggangu pelaksanaan Pemilu 2019.

“Pemahaman terhadap fungsi media sosial merupakan salah satu konsep untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap tekanan isu-isu terkini yang berpeluang dipolitisasi menjadi hoax, apalagi menjelang pemilu 2019 yang semakin dekat ini” ungkap Ramaditya.

Acara Diskusi Warganet Yogyakarta bertema ‘Peran Warganet dan Media dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Demi Pemilu yang Damai, Berkualitas, dan Bermartabat’ yang dilanjutkan dengan deklarasi gerakan warganet Yogjakarta melawan hoax juga menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, akademisi dan kalangan pegiat media sosial serta jurnalis media lokal maupun nasional. Gerakan melawan hoax untuk mensukseskan Pemilu 2019 tersebut juga diharapkan dapat dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya melslui berbagai cara kratif oleh kalangan warganet. (Fxh)