DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 21 Februari 2019 / 13:50 WIB

Pesanan Wayang Karakter Tokoh Politik Laris

BANTUL, KRJOGJA.com - Pesanan wayang dengan karakter tokoh politik belakangan cukup laris dipesan. Peluang itu mampu ditangkap oleh Ki Sutung Riyadi, dalang yang kerap membuat tokoh pewayangan kekinian. Di tangan Ki Sutung Riyadi, muncul tokoh pewayangan dengan karakter wajah anak-anak, remaja, orangtua, petani, dan lainnya.

Dirinya menggarap wayang di sebuah showroom sentra wayang Karangasem Wukirsari Imogiri yang dinamakan Joglo Gamelan Holic. Kepada wartawan, Ki Sutung Riyadi menuturkan banyak pesanan wayang dengan karakter tokoh politik yang dibuat olehnya.

”Biasanya kalau ada tokoh politik dari pusat datang, kemudian dikasih suvenir oleh tokoh politik dari daerah. Selama membuat wayang minim komplain dari konsumen karena biasanya mereka melihat wayang dengan tokoh tersebut sudah tertawa duluan. Misalnya dia orang Batak saya bikin wayang dengan pakaian Jawa dan sebagainya,” jelas Riyadi.

Untuk harga, rata-rata satu karakter wayang tokoh dengan bahan kulit dihargai Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Sementara untuk wayang dari karton dihargai Rp 70.000 hingga Rp 100.000. Ki Sutung Riyadi yang kerap disapa Dalang Gemblung, sebenarnya sudah memulai usaha sejak 10 tahun lalu tetapi baru dikenal sejak empat tahun lalu.

Filosofi gemblung, imbuh Riyadi berarti bodoh. Wayang tidak bisa apa-apa tanpa seorang dalang yang memainkannya. Selain membuat, Ki Sutung Riyadi juga memainkan wayang tersebut. Adapun wayang yang dimainkan biasanya tergantung segmen penonton.

”Jika segmen penonton kebanyakan orangtua saya pakai bahasa pedalangan. Tetapi kalau segmen remaja saya pakai bahasa keseharian. Sindiran sosial, nasehat dan sebagainya dengan bahasa yang mudah diterima,” urainya.

Beberapa tokoh yang pernah ia buat di antaranya Presiden Jokowi, Prabowo hingga Mantan Ketua KPK Abraham Samad. Berbagai cerita yang kerap dimainkan yakni Cerita Damarwulan dan Minakjinggo yang kemudian diadaptasi dengan kondisi saat ini.

Untuk proses pengerjaannya, ia dibantu anak dan beberapa asisten. Meski demikian jika urusan gambar wajah, tangan dan kaki ia selalu mengerjakan sendiri. (Aje)