Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 21 Februari 2019 / 12:48 WIB

Luapan Kali Langsur Rendam Belasan Hektare Sawah

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Belasan hektare sawah di wilayah Kelurahan Sukoharjo Kota dan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo Kota terkena banjir akibat luapan Kali Langsur. Petani resah dengan kejadian tersebut karena bisa merusak tanaman padi yang baru ditanam dengan usia tanam tidak lebih dari satu bulan.

Petani Kelurahan Sukoharjo Kota, Kecamatan Sukoharjo Kota Wiyoto Wiyono, Kamis (21/02/2019) mengatakan, hujan deras terjadi di wilayah Kelurahan Sukoharjo Kota sejak Rabu (20/02/2019) sore sampai malam hari mengakibatkan debit air Kali Langsur mengalami peningkatan signifikan. Akibatnya banjir tidak dapat terhindarkan dan merendam tanaman padi petani sejak Rabu (20/2) malam sampai Kamis (21/02/2019) pagi.

Ketingian air yang merendam sawah petani bervariasi bahkan tertinggi sampai satu meter seperti di tepi Kali Langsur. Banjir yang merendam sawah membuat petani resah karena dapat mengakibatkan kerusakan tanaman padi, karena usia tanaman padi yang ditanam petani baru berusia tidak lebih dari satu bulan.

Dengan kondisi tersebut membuat tanaman padi rawan rusak karena masih muda. Apabila terjadi maka petani terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk melakukan penanaman bibit padi ulang.

Kerusakan tanaman padi selalu terjadi setiap kali musim hujan yang mengakibatkan banjir akibat luapan Kali Langsur. Kondisi tersebut membuat petani meminta kepada pemerintah pusat untuk segera merealisasikan normalisasi Kali Langsur.

"Tiap tahun saat musim hujan selalu terjadi banjir akibat luapan Kali Langsur dan meresahkan petani karena merusak tanaman padi. Banjir jangan dianggap hal biasa yang selalu terjadi tapi petani meminta agar masalah itu segera diselesaikan dengan normalisasi Kali Langsur," ujarnya.

Petani terus memantau kondisi tanaman padi yang terendam air banjir luapan Kali Langsur. Sudah hampir satu hari tanaman padi terendam air dan ada kemungkinan bisa terjadi kerusakan.

Pada musim hujan tahun ini banjir akibat luapan Kali Langsur baru sekali ini karena curah hujan sebelumnya rendah dan baru meningkat sejak Januari - Februari. Kalau tahun lalu bisa dua sampai tiga kali bila dihitung sampai bulan Februari," lanjutnya.

Wiyoto berharap air banjir bisa segera surut untuk memastikan kondisi tanaman padi miliknya. "Karena usia tanaman padi masih muda maka rawan rusak atau membusuk bila terendam air terlalu lama. Beda kalau tanaman padi sudah tua maka memiliki ketahanan lebih lama bila terendam banjir," lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, sudah meminta kepada petugas lapangan untuk memantau kondisi sawah terdampak banjir akibat luapan Kali Langsur. Sesuai hasil pemantauan sementara diketahui air masih cukup tinggi merendam tanaman padi petani.

Petugas belum bisa memastikan dampak dari banjir tersebut apakah menimbulkan kerusakan atau tidak sebab masih menunggu banjir surut. Netty mengatakan, banjir di wilayah Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo Kota akibat luapan Kali Langsur sering terjadi setiap tahun saat musim hujan.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo hanya fokus pada penanganan tanaman padi petani saja. Sedangkan tuntutan petani terhadap normalisasi Kali Langsur sepenuhnya diserahkan ke pihak terkait.

"Posisi sekarang memang sebagian besar petani terdampak banjir luapan Kali Langsur baru tanam padi. Terus kita pantau kondisinya dan mudah mudahan banjir segera surut. Petugas juga memantau kondisi tanaman padi petani dan mudah mudahan tidak ada kerusakan," ujarnya. (Mam)