DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 21 Februari 2019 / 11:18 WIB

Kominfo Ajak Wartawan dan Masyarakat Kawal Pemilu

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kurang dari dua bulan lagi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bakal terselenggara. Menjelang pesta akbar demokrasi itu, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak seluruh masyarakat maupun insan pers untuk mengawal jalannya pemilu agar tujuan utama dari dalam berdemokrasi dapat tercapai.

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan menuturkan media memiliki peran besar dalam penyebaran informasi terkait pemilu. Sosialisasi program kerja dari KPU DIY pun seringkali banyak mendapatkan bantuan media, alhasil dengan begitu informasi-informasi lebih cepat tersampaikan dan diterima masyarakat.

"Pelayanan kami terbantu teman-teman pers, kami merasakan informasi yang disebarkan wartawan banyak membantu sehingga masyarakat lebih cepat menerima informasinya," ujar ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan dalam workshop bertajuk ‘Masyarakat Pers Mengawal Pemilu yang Demokratis dan Bermartabat’ yang digelar Kemenkominfo di The Alana Hotel and Convention Center, Kamis (21/02/2019).

Tidak hanya itu, pers pun dinilai Hamdan turut membantu dalam memberikan kritikan saran terhadap kemajuan KPU DIY. Dari situ pula lah kemudian KPU menjadi lebih bisa menjelaskan serte memberikan klarifikasi. "Ada juga masukkan dari wartwan ke kami, dengan kiritik saran itu kami jadi bisa menjelaskan dengan memberikan klarifikasi," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sihono mengatakan sebagai insan pers, hasil karya jurnalistik wartawan harus berpihak kepada publik dan masyarakat. Bukan menurut kepada pemilik perusahaan, pesanan tertentu atau bahkan menurut pada keinginan wartawan itu sendiri.

"Kita cobalah menaati konsep jurnalisme di jalan yang lurus. Wartawan paham karyanya memang diinginkan oleh rakyat. Dimaui oleh masyarakat, bukan karya yang diinginkan oleh pemilik media atau politis," jelasnya.

Sihono menambahkan, dalam melaksanakan tugasnya seorang wartawan memiliki kode etik jurnalistik yang harus dijadikan pedoman. Jika hal itu dijadikan pegangan maka tak akan ditemui adanya penyimpangan dilakukan wartawan, baik saat peliputan maupun dalam penyajikan hasil karyanya kepada publik.

Selain wartawan baik dari media cetak dan elektronik maupun online, workshop ini juga mengundang para mahasiswa maupun bloger di Yogya. Turut hadir pula sebagai pemateri Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Mochmmad Afifuddin, Direktur Pengelolaan Media Kominfo Siti Meiningsih, Anggota Dewan Pers Wakil Ketua Komisi Hukum Jimmy Sillalahi dan Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Nurrjaman Mochtar. (MG-10)