DIY Editor : Agung Purwandono Kamis, 21 Februari 2019 / 05:57 WIB

Ziarah PWI DIY : Saatnya Kembali ke Pers Pancasila

YOGYA, KRJOGJA.com - Menandai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-73, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY mengadakan ziarah ke makam tokoh-tokoh pers, Rabu (20/2). Ziarah yang rutin diselenggarakan setiap HPN diikuti pengurus PWI DIY, ibu-ibu anggota Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY dan insan pers di DIY.

Ziarah diawali di Taman Wijayabrata Tamansiswa, di Celeban Umbulharjo ini tokoh pers Ki Hadjar Dewantara, Ki Samawi (pendiri SKH Kedaulatan Rakyat), Ki Mashuri dan Ki Soendoro dimakamkan.

Rombongan peziarah disambut Ketua Bidang Keluarga dan Kemasyarakatan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Nyi Wikaningsih dan dr Gun Nugroho Samawi, putra Ki Samawi sekaligus Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat didampingi keluarga besar Samawi.

Turut berziarah Ketua IKWI DIY Sri Suryawidati. Setelah itu dilanjutkan ke makam tokoh pers Mr Soemanang (Ketua PWI Pusat pertama) di Makam Sonyoragi, Jalan Gondosuli Yogyakarta kemudian ke Makam Pringwulung Depok Sleman, dua tokoh pers M Wonohito (bersama Ki Samawi mendirikan SKH Kedaulatan Rakyat) dan putranya Dr Soemadi M Wonohito dimakamkan.

Di makam Pringwulung, rombongan peziarah disambut Fajar Kusumawardhani SE, putri Soemadi M Wonohito sekaligus Direktur Pemasaran PT BP Kedaulatan Rakyat didampingi keluarga besar M Wonohito.

Terakhir berziarah ke makam tokoh pers Kusfandi (Pemimpin Umum Harian Bernas) dan Suwariyun (Pimpinan Redaksi dan Wakil Pemimpin Umum SKH Kedaulatan Rakyat) di Krapyak. Ketua PWI DIY Drs Sihono HT MSi mengatakan, banyak hal yang bisa didapat dari kegiatan berziarah ke makam tokoh-tokoh pers. Selain sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa besar para tokoh pers, juga sebagai wahana meneladani yang bersangkutan.

Menurut Sihono, sudah saatnya pers Indonesia kembali ke pers Pancasila. PWI DIY bertekad menjadikan Yogyakarta sebagai barometer dan pusat pengembangan Pers Pancasila dan Pers Kebangsaan. Ketua HPN DIY, Hudono SH mengatakan, meskipun berasal dari DIY, para tokoh pers tersebut kiprahnya nasional, contohnya M Wonohito yang mencetuskan Pers Pancasila. (Dev)