DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 21 Februari 2019 / 14:39 WIB

DKP Diminta Tunda Pengosongan Tambak Udang

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo agar melakukan pendataan jumlah petambak udang yang masih beroperasi di sebelah selatan New Yogyakarta International Airport (NYIA), serta menunda rencana pengosongan lahan tambak udang.

“Berdasar hasil audiensi dengan Forum Petani Tambak Udang Gali Tanjang (Glagah, Palihan, Sindutan, Jangkaran) beberapa waktu lalu, kami minta Dinas Kelautan dan Perikanan mendata jumlah tambak udang sepanjang pantai selatan di Kulonprogo, khususnya selatan proyek NYIA yang masih beroperasi. Setelah didata, dicarikan solusi. Ada wacana relokasi, ini harus ada hitungan konkrit dan pasti luasnya, apakah sudah sesuai dengan rencana tata ruang,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo Akhid Nuryati SE.

Dikatakan Akhid, terhadap rencana penanaman sabuk hijau pada awal Maret 2019 ini, sampai saat ini NYIA belum operasional, sehingga kasihan petambak yang udangnya baru berumur 40 hari dan sebentar lagi panen. Pemkab diminta jangan gegabah dalam mengambil keputusan.

Sepanjang aktivitas tambak tidak mengganggu operasional bandara, maka mengosongan lahan tidak perlu tergesa-gesa dilakukan. Apalagi DKP belum bisa menentukan lokasi mana yang akan menjadi tempat relokasi para petambak pascadigusur.

“Sepanjang tidak mengganggu aktivitas bandara serta sambil menunggu kepastian RTRW provinsi dan pemkab menyiapkan lahan relokasi, kenapa tidak dibiarkan beroperasi dulu,” katanya. (Wid)