DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 21 Februari 2019 / 11:54 WIB

KPU Gunungkidul Coret Caleg Gerindra

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - KPU Gunungkidul secara resmi mencoret Caleg Partai Gerindra, Ngadiono dari Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019. Ngadiono divonis bersalah oleh PN Sleman karena terbukti menggunakan mobil dinas saat menghadiri kampanye Capres Prabowo Subianto di Sleman. Pencoretan yang bersangkutan dari daftar pencalegan merupakan hasil putusan Rapat Pleno KPU Gunungkidul yang digelar Selasa (20/02/2019) kemarin.

“Putusan rapat ini mengacu kepada UU No 7 Pasal 285 SE 31 KPU RI terkait pembatalan calon legislatif yang tersangkut kasus pidana Pemilu,” kata Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani.

Rapat pleno tersebut dilakukan berkaitan putusan Pengadilan Negeri Sleman, dimana Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman memvonis Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Ngadiono dinyatakan bersalah atas perkara pidana pemilu penggunaan kendaraan dinas dalam kunjungan Capres 02 Prabowo Subianto di Hotel Prima SR, Sleman, Rabu (28/11/2018) tahun lalu. Ngadiono divonis hukuman dua bulan kurungan dengan masa percobaan selama empat bulan dan denda sebesar Rp 7,5 juta.

Terkait calon tetap yang diputus pidana pemilu kalau sudah ada putusan yang tetap dan tidak banding diperintahkan untuk pembatalan. Terkait dengan hal tersebut, pihak Ngadiono bisa mengajukan sengketa ke Bawaslu tiga hari setelah putusan ini. Nantinya, dalam DCT tidak bisa diganti.

“Intinya kami menindaklanjuti perintah UU dan PKPU, maupun SE KPU dan sudah dikonsultasikan ke KPU RI dan DIY,” terangnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Ngadiono membenarkan pihaknya telah menerima salinan keputusan pencoretan itu dan mempertanyakan keputusan pencoretan pencalegan atas dirinya. Secara tegas, orang nomor satu di DPC Partai Gerindra Gunungkidul itu menyatakan bahwa KPU telah bersikap tidak adil terhadapnya.

Dia kemudian membandingkan kasusnya yang juga terjadi di tempat lain seperti yang terjadi di Bantul dan Sukoharjo sanksinya hanya administrasi dan tidak sampai ada pencoretan. Dia memastikan akan mengambil langkah hukum terkait pencoretan itu.

Pihaknya sedang berkonsultasi dengan penasihat hukumnya untuk menentukan langkah hukum termasuk opsi-opsi untuk menggugat KPU Gunungkidul. “Yang jelas saya akan berkomunikasi dengan DPP Gerindra dulu,” tutupnya. (Bmp/Ded)