Ekonomi Agregasi    Kamis, 21 Februari 2019 / 14:25 WIB

Melonjak, CIMB Niaga Kantongi Laba Bersih Rp 3,5 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (diaudit) sebesar Rp3,5 triliun pada periode yang berakhir 31 Desember 2018 atau naik sebesar 16,9% dibandingkan 2017.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan non bunga atau Non-Interest Income yang naik sebesar 13,8% menjadi Rp3,8 triliun, serta penurunan pada biaya kredit sebesar 63 bps, dari 2,26% menjadi 1,63%. Rasio Loan Loss Coverage (“LLC”) CIMB Niaga berada di level yang aman sebesar 105,86%.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, kinerja CIMB Niaga pada 2018 mengalami kemajuan di tengah proses rekalibrasi bisnis dan kondisi pasar yang menantang. Peningkatan pada pendapatan operasional utamanya didorong oleh pendapatan non bunga yang tumbuh sebesar 13,8%. Sejalan dengan aspirasi untuk tetap fokus pada kualitas aset, biaya pencadangan turun sebesar 25,7% Y-o-Y, menghasilkan penurunan pada biaya kredit dari 2,26% pada tahun 2017 menjadi 1,63% sepanjang tahun 2018.

“Pencapaian ini berkontribusi pada perolehan laba bersih secara tahunan yang tumbuh 16,9% menjadi Rp3,5 triliun. Kami akan terus menjaga target pertumbuhan sekaligus memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, kinerja CIMB Niaga pada 2018 mengalami kemajuan di tengah proses rekalibrasi bisnis dan kondisi pasar yang menantang. Peningkatan pada pendapatan operasional utamanya didorong oleh pendapatan non bunga yang tumbuh sebesar 13,8%. Sejalan dengan aspirasi untuk tetap fokus pada kualitas aset, biaya pencadangan turun sebesar 25,7% Y-o-Y, menghasilkan penurunan pada biaya kredit dari 2,26% pada tahun 2017 menjadi 1,63% sepanjang tahun 2018.

“Pencapaian ini berkontribusi pada perolehan laba bersih secara tahunan yang tumbuh 16,9% menjadi Rp3,5 triliun. Kami akan terus menjaga target pertumbuhan sekaligus memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (20/2/2019). (*)