DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 20 Februari 2019 / 17:19 WIB

22 Formasi PPPK Belum Terisi

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Sebanyak 22 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Gunungkidul tidak terisi. Sampai pendaftaran ditutup, sesuai jumlah berkas yang dikumpulkan di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, jumlah pelamar hanya ada 74 orang.

Padahal formasi yang ditetapkan sebanyak 96 formasi. Belum diketahui banyaknya formasi yang tidak dilamar. Sementara ini BKPPD akan fokus melakukan penelitian berkas yang sudah masuk. "Selanjutnya akan diumumkan kepada peserta, bagi yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti seleksi tertulis," kata Kepala BKPPD Gunungkidul Drs Sigit Purwanto.

Sebenarnya jumlah formasi ada 96 orang, terdiri guru 43 orang, 1 tenaga kesehatan dan 52 orang. Tetapi jumlah pendaftar hanya ada 74 orang, formasi guru hanya dilamar 26 orang sehingga masih 17 formasi belum terisi, penyuluh pertanian 52 orang yang mendaftar 47 orang masih ada 5 formasi yang kosong, sementara 1 tenaga kesehatan ada 1 pelamar. Berarti formasi terbanyak yang tidak ada pendaftarnya guru.

Sebagaimana diketahui untuk mendaftar PPPK tahap I ini syaratnya khusus tenaga honorer eks kategori II yang ada dalam data base Badan Kepegawaian Nasional (BKN), mempunyai kualifikasi pendidikan minimal D IV atau S 1 serta relevan dengan mata pelajaran pada kurikulum, masih aktif mengajar sampai sekarang dibuktikan dengan surat keputusan atau surat perjanjian kerja, melampirkan surat pernyataan masih aktif bekerja dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul.

Sementara untuk tenaga kesehatan, juga hampir sama, terdaftar dalam data base BKN, kualifikasi pendidikan minimal III bidang kesehatan sesuai dengan persyaratan jabatan dan mempunyai STR yang berlaku, masih aktif bekerja sampai sekarang. Syarat untuk tenaga penyuluh pertanian, selain syarat seperti guru dan tenaga kesehatan, ada SK Menteri Pertanian atau MoU Menteri dengan Pemda Gunungkidul, mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMK Bidang Pertanian atau SLTA plus. “Sudah tentu masih aktif bekerja sampai sekarang,” tambahnya. (Ewi)