Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 20 Februari 2019 / 10:10 WIB

Jateng Terbaik Nasional, Efisiensi Cegah Kebocoran 1,2 T

MAKASSAR, KRJOGJA.com - Provinsi Jawa Tengah berhasil mencegah kebocoran anggaran pada APBD 2018 hingga Rp 1,2 triliun, merupakan jumlah terbanyak secara nasional. Atas prestasi ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memberi penghargaan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

Efisiensi anggaran Jateng ini merupakan buah dari penerapan sistem e-planning dan e-budgeting melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Penghargaan diterima Ganjar Pranowo dari Menteri PAN-RB Syafruddin di Ballroom Hotel Four Points Makassar, Selasa (19/2/2019) siang. 

Syafruddin mengatakan, Provinsi Jateng juga berhasil menaikkan nilai evaluasi dari semula BB menjadi A. "Ini merupakan SAKIP Award yang ketiga. Jateng merupakan satu-satunya provinsi yang mendapat predikat A di Wilayah III ini. Namun di wilayah lain, masih ada tiga provinsi lain di Indonesia yang memperoleh nilai A, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Efisiensi anggaran atas penggunaan SAKIP paling besar nilai efisiensinya Provinsi Jateng, kemudian nomor duanya DI Yogyakarta," katanya. 

Melalui SAKIP, Pemprov Jateng berhasil memangkas ribuan kegiatan di 2018. Sekitar 80,84 persen kegiatan di Jateng dipangkas, dari yang semula 4.646 kegiatan, hanya menjadi 890 kegiatan saja. Jateng juga mengembangkan perencanaan kegiatan terintegrasi melalui Government Resources Management System (GRMS).  

Ganjar Pranowo menyatakan, keberhasilan meraih predikat A karena pihaknya belajar dari tahun sebelumnya. Jateng juga mencoba menyerap strategi provinsi lain sehingga mampu mencapai hasil maksimal tahun ini. "Tinggal bagaimana komitmen kita semua untuk bersama-sama memperbaiki akuntabilitas dan kinerja," kata Ganjar. 

Ditanya capaian tertinggi efisiensi anggaran Provinsi Jateng, menurut Ganjar, bukan sesuatu yang harus dilebih-lebihkan. "Sebenarnya bukan tidak bagus tingkat efisiensi di provinsi-provinsi lain, tapi mungkin mereka lebih duluan lebih efisien dibandingkan Jateng," ujarnya. 

Ganjar menambahkan, kiat atau cara tepat untuk melakukan efisiensi anggaran adalah mulai dari perencanaan yang baik, mengukur kinerja, memastikan program-program yang dilaksanakan apakah sudah sesuai perencanaan. "Mengukurnya secara teknis gampang, yaitu apa program yang ada di depan maka dilihat bentuk kegiatan akhirnya apa. Kemudian kita kurangi kegiatan-kegiatan duplikasi, kegiatan yang tidak penting kita kurangi juga dan itu ternyata membuat efisiensi yang tinggi. Kuncinya sebenarnya konsistensi dan rajin memelototi sebuah perencanaan hingga pelaksanaan," terangnya.

Ganjar menuturkan, dengan diterapkannya SAKIP, maka terjadi sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang terukur serta akuntabel. Dan yang paling penting, SAKIP ini dapat mengurangi kebocoran anggaran. "Efisiensi itu bisa kita alihkan untuk anggaran pendidikan, dan kita bisa berikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan sumber daya manusia," tambahnya.

Hampir seluruh kepala daerah kabupaten dan kota di Jawa Tengah juga turut menghadiri SAKIP Award 2018 di Makassar. Seluruh kabupaten/kota di Jateng itu meraih penilaian B pada SAKIP Award 2018. Sementara Kabupaten Banyumas, Cilacap, Wonogiri, dan Kota Pekalongan meraih BB (di atas B).(Bdi)