Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Rabu, 20 Februari 2019 / 11:50 WIB

Pemerintah Targetkan Produksi Mobil Listrik 400.000 Unit

DIRJEN Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto mengatakan bahwa langkah strategis sudah dipersiapkan secara bertahap menuju produksi mobil atau sepeda motor listrik yang berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor.

"Bahkan dalam hal ini, kita menargetkan produksi mobil listrik (molis) dapat tembus 20 persen dari produksi nasional di tahun 2025 sebanyak 400.000 unit," kata Harjanto dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Dalam kaitan itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pengembangan kendaraan listrik sebagai  komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (CO2) 29 persen di tahun 2030 sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat.

"Jadi, tren global untuk kendaraan masa depan adalah yang hemat energi dan ramah lingkungan," tuturnya. Selain itu dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Sesuai yang disampaikan Presiden Joko Widodo, kendaraan bermotor listrik dapat mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) serta mengurangi ketergantungan pada impor BBM, yang berpotensi menghemat devisa kurang lebih Rp 798 triliun.

Untuk itu, ujar Airlangga, pihaknya terus mendorong agar manufaktur-manufaktur otomotif di dalam negeri dapat merealisasikan pengembangan kendaraan rendah emisi atau low carbon emission vehicle (LCEV) yang terprogram dalam roadmap industri kendaraan otomotif.
 
Pengamat ekonomi makro dari Universitas Indonesia, Faisal Basri dalam satu kesempatan menyatakan, sejalan dengan arah menuju 'green economy' maka perlu mengurangi dampak lebih besar dari perubahan iklim dan pengurangan emisi gas buang, saat ini salah satu penyumbang gas buang terbesar adalah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil.

“Ketika ditanya siapa yang mengkonsumsi bahan bakar fosil paling besar adalah sepeda motor. Karena itu kalau ingin mengembangkan kendaraan listrik, lebih feasible jika mengembangkan sepeda motor. Selain teknologinya lebih sederhana, infrastruktur pendukungnya juga lebih mudah dibangun," ujar Faisal Basri.(Ful)