Gaya Hidup Agregasi    Rabu, 20 Februari 2019 / 04:14 WIB

Kabin Pesawat Terasa Sangat Dingin, Ini Alasannya

SAAT ini banyak sekali maskapai baik di dalam maupun di luar negeri yang menawarkan berbagai fasilitas terbaik untuk Anda nikmati. Sebagai angkutan massal favorit, pesawat memang selalu memiliki keunggulan tersendiri bagi para penumpangnya.

Selain bisa mengantarkan penumpang ke tujuan dengan lebih cepat, fasilitas di pesawat juga cenderung lebih nyaman dibandingkan transportasi darat. Namun, pernahkah Anda merasa bahwa suhu di dalam pesawat terbang yang sedang mengudara sangatlah dingin?

Mungkin beberapa orang mengira, pihak maskapai sengaja menurunkan suhu ruangan agar terasa dingin demi keuntungan komersil. Mereka, tentunya bisa menyewakan selimut kepada para penumpang yang kedingingan dengan meminta charge tambahan.

Namun, jika Anda merupakan salah satu penumpang yang berpikir demikian maka itu adalah sebuah kesalahan besar. Tentunya ada alasan yang kuat di balik keputusan pihak maskapai dalam menyetel suhu kabin di dalam pesawat yang sedang mengudara.

Sebagaimana dilansir Reader’s Digest, Selasa (19/2/2019), American Society for Testing and Materials (ASTM) International melakukan penelitian yang melihat korelasi antara orang yang pingsan saat berada di udara dan tekanan suhu di dalam kabin.

Mereka menemukan bahwa orang cenderung lebih mudah pingsan saat terbang karena kondisi medis yang dikenal sebagai hipoksia. Penyakit ini terjadi ketika jaringan tubuh tidak menerima oksigen yang cukup. Tekanan kabin yang tinggi dan suhu hangat dapat dengan mudah melanjutkan reaksi ini.

Karena suhu tubuh manusia bervariasi, maka maskapai penerbangan akan menjaga suhu dalam posisi rendah agar aman. Hal ini tentunya akan membawa dampak bagi orang-orang yang mudah menggigil bahkan saat terkena angin sepoi-sepoi. (*)