DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 19 Februari 2019 / 19:38 WIB

122 Kasus DBD Ditemukan di Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com - Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang marak akhirakhir ini. DBD dapat dikendalikan dengan langkah-langkah preventif, di antaranya dimulai dari membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

"Langkah terpenting itu 3M Plus, yaitu menguras bak mandi seminggu sekali, menutup penampungan air dan mengubur barang bekas. Plus langkah-langkah lain yang dapat mencegah kita dari gigitan nyamuk," ujarnya.

Wabup juga berharap masyarakat dapat mengoptimalkan peran juru pemantau jentik (jumantik) di lingkungannya. "Setiap rumah minimal harus ada satu jumantik. Pemantauan jentik ini lebih efektif dibandingkan fogging atau pengasapan. Fogging itu pilihan terakhir. Yang terpenting itu setiap rumah harus ada jumantiknya," jelas Muslimatun, seraya menambahkan data terakhir ditemukan 122 kasus DBD di Kabupaten Sleman.

Sebelumnya, Wabup bersama Tim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD Sleman melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Dusun Geplakan Desa Banyuraden Gamping. Dalam kegiatan tersebut, Wabup memonitor secara langsung ke rumah-rumah warga.

Selain itu Tim Pokjanal Desa dan Kecamatan serta jumantik juga turut melakukan pantauan sarang nyamuk. Ada sebanyak 88 rumah yang diperiksa pada PSN tersebut. Dari semua rumah yang diperiksa tersebut ada 8 rumah yang ditemukan jentik nyamuk, dengan begitu Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Geplakan adalah 90,97 %. (Has)