Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 19 Februari 2019 / 18:40 WIB

Akhir Maret, Pelaksanaan UN SMA

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua BSNP Bambang Suryadi mengatajan pelaksanaan UN. Jadwal UN tahun 2019 sedikit bergeser ke depan, yaitu pada akhir Maret 2019 khusus untuk UN SMA/MA.

Sedangkan UN SMA/MA, Paket C/Ulya, SMP/MTs, dan Paket B/Wustha, dilaksanakan pada bulan April dan Mei 2019.

"Penjadwalan UN ini memang sangat kompleks. Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, diantaranya hari libur nasional, libur keagamaan, dan libur daerah yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur, seperti di wilayah Papua, Papua Barat, dan NTT”, demikian disampaikan  Bambang Suryadi di Jakarta ,Senin (18/2 2019).

Meskipun jadwal UN bergeser, ketuntasan kurikulum harus dipenuhi.
Kebijakan kedua yang disampaikan Ketua BSNP adalah moda pelaksanaan UN. Tahun 2019 merupakan tahun kelima pelaksanaan UN Berbasis Komputer (UNBK). UNBK menjadi main streaming pelaksanaan UN di masa depan.

Peserta didik kita adalah generasi milineal yang memiliki tingkat literasi TIK sangat bagus.  Selain itu, mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan wilayah kepulauan pelaksanaan UNBK juga terbukti lebih efisien dan efektif dibandingkan UN berbasis kertas dan pensil, dari segi waktu, biaya, tenaga, dan pikiran. 

"Yang lebih penting lagi, melalui UNBK kita bisa mewujudkan pelaksanaan UN yang berintegritas" .ujarnya.

Upaya perluasan pelaksanaan UNBK dilakukan dengan berbagi sumber (resource sharing). Terkait dengan penjadwalan UN yang berbeda antar jenjang, juga dimaksudkan untuk optimalisasi resource sharing. Sebagai contoh, ketika UN SMK/MAK dilaksanakan pada tanggal 25-28 Maret 2019.

Sedangkan Totok Suprayitno Kepala Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan,refleksi penilaian pendidikan untuk peningkatan mutu pendidikan. 

Menurut Totok, penilaian pendidikan mesti berdampak pada peningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimana penilaian dilakukan akan memengaruhi cara guru mengajar dan cara siswa belajar. "Salah satu upaya guru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran adalah pemberian umpan balik terhadap tugas dan penilaian yang diberikan kepada siswa. Pemberian umpan balik ini biayanya kecil, tetapi dampak terhadap prestasi belajar sangat besar”, ucap Totok seraya mengutip hasil penelitian John Hattie tahun 2016.

Selain faktor pemberian umpan balik, tambah Totok, ada tiga faktor lain yang memengaruhi peningkatan program pembelajaran, yaitu strategi meta-kognitif (meta-cognitive strategies), tutorial rekan sebaya (peer tutoring), dan pembelajaran kelompok kolaboratif (collaborative group learning).(ati)