Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 19 Februari 2019 / 14:30 WIB

Jadi Komitmen, Rutan Purworejo Deklarasi Bersih Narkoba

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Rutan Kelas II B Purworejo mendeklarasikan diri bebas narkoba, pungutan liar (pungli) dan handphone. Penegasan komitmen seluruh pegawai rutan itu untuk mencegah adanya pelanggaran yang dilakukan terutama oleh warga binaan. 

Kepala Rutan Purworejo Lukman Agung Widodo menegasakan, Kementerian Hukum dan HAM serius memerangi peredaran gelap narkotika di dalam rutan dan lapas. "Deklarasi bentuk penegasan bahwa kami berkomitmen memberantas narkoba, jangan sampai terjadi pungli, juga memastikan warga binaan tidak bawa benda ilegal seperti ponsel," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, usai deklarasi, Selasa (19/2/2019). 

Menurutnya, pengawasan ketat harus dilakukan karena pemerintah pusat menilai masih ada peredaran narkotika di dalam rutan atau yang dikendalikan narapidana dari balik jeruji. Temuan pemerintah, para pelaku selalu mencari celah untuk mengedarkan barang haram itu.  

Salah satunya keberadaan narapidana yang nekat menyembunyikan ponsel di dalam kamar tahanan. "Mereka selalu memiliki celah, baik memanfaatkan sarana telekomunikasi yang diselundupkan dan memanfaatkan kelengahan petugas," terangnya. 

Untuk mencegah penyalahgunaan, lanjutnya, pemerintah menginstruksikan rutan membangun sarana perusak sinyal seluler (jammer), razia alat komunikasi dan penggeledahan rutin maupun insidental. 

Rutan juga kerjasama dengan pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan pengecekan urin warga binaan serta petugas. "Pemerintah ingin hasil yang lebih terarah, sehingga kerjasama lintas sektor dibangun," ucapnya. 

Adapun di Purworejo, lanjutnya, pemeriksaan rutin dilakukan terhadap warga binaan bekerjasama dengan Polres Purworejo. Petugas mencari keberadaan barang ilegal yang disimpan warga binaan dan mengecek urin narapidana maupun petugas rutan.  

Dalam razia terakhir pertengahan Februari 2019, petugas tidak menemukan adanya ponsel dari dalam kamar tahanan. Petugas gabungan hanya menemukan korek api, paku bekas, potongan kawat, baut dan uang logam. "Benda yang tidak diperbolehkan itu kami sita. Kami juga lakukan tes urin dan hasilnya negatif, tidak ada warga binaan atau petugas menggunakan narkoba," tandasnya.(Jas)