Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 19 Februari 2019 / 12:10 WIB

Perkembangan Tak Maksimal, Diteksi Disabilitas Pada Anak

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Kader Posyandu disejumlah desa di Sukoharjo mendapatkan pelatihan tentang deteksi dini dan intervensi dini perkembangan anak. Pelatihan bertujuan sebagai usaha mendeteksi dan pencegahan terjadinya disabilitas pada anak sejak dini. 

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto, Selasa (19/2/2019) mengatakan, pelatihan digelar secara bertahap disejumlah wilayah secara bergantian. Seperti sudah dilaksanakan di Kecamatan Tawangsari dan Polokarto. Petugas memberikan pelatihan tentang deteksi dini dan intervensi dini perkembangan anak. 

Di Kecamatan Tawangsari peserta pelatihan diikuti oleh sejumlah pihak seperti kader Posyandu dan bidan dari Desa Lorog dan Kateguhan. Sedangkan di Kecamatan Polokarto peserta datang dari Desa Jatisobo dan Karangwuni. Pelatihan difasilitasi oleh seorang tenaga psikoterapy dari Puskesmas Bendosari, Sawitri yang juga seorang praktisi akupresure. Kegiatan juga mendapat dukungan penuh oleh program peduli dari The Asian Foundation (TAF). 

Pelatihan dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada kader Posyandu dan bidan desa dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan pada masyarakat. Baik kader Posyandu dan bidan desa mereka selanjutnya bisa memberikan pemahaman kepada orang tua untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya disabilitas sejak dini. 

“Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari strategi rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM), yaitu meningkatkan kapasitas masyarakat untuk pemberdayaan disabilitas,” ujarnya. 

Bentuk pencegahan dini bisa dilakukan oleh orang tua khususnya para ibu saat mengandung. Bayi di dalam kandungan setidaknya bisa dilakukan oleh petugas dengan mendeteksi atau mencegah atau tidak sampai terjadi disabilitas. 

“Termasuk saat anak sudah lahir juga harus dipantau. Maka dari itu para kader Posyandu dan bidan desa diberikan materi pelatihan tersebut,” lanjutnya. 

Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo juga sangat berharap adanya pelatihan kepada para kader Posyandu dan bidan desa bisa menjadi pendorong terwujudnya Posyandu intergrasi. Artinya pelayanan kesehatan yang diberikan juga bisa dilakukan terhadap anak berkebutuhan khusus atau disabilitas. 

“Untuk Posyandu integrasi kami belum tahu datanya namun sudah cukup banyak tersebar di Sukoharjo. Pelayanan terhadap disabilitas sudah ada,” lanjutnya. 

Adanya pelayanan terhadap disabilitas di Posyandu sudah ada setelah Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo melakukan pemantauan secara langsung. Selain itu juga menerima laporan dari para orang tua. (Mam)