DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 19 Februari 2019 / 02:42 WIB

Lahan Hijauan Makanan Ternak di Kaliwiru Berkurang 7 Hektare

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Pembangunan Taman Bendung Kamijoro berdampak luasan lahan hijauan makanan ternak (HMT) para peternak di Pedukuhan Kaliwiru, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo berkurang hingga sekitar 7 hektare. Ketua Pengelola Taman Bendung Kamijoro yang juga Ketua Kelompok Kerja Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (KKLKMD) Pedukuhan Kaliwiru, Sugeng Lana Raharja mengungkapkan bagi masyarakat Taman Bendung Kamijoro memberikan dampak negatif dan positif.

Adapun salah satu dampak negatif, ujarnya, para peternak sapi dan kambing di Kaliwiru sekitar Taman Bendung Kamijoro kehilangan lahan HMT (Hijauan Makanan Ternak). “Namun warga sudah mengizinkan dengan mendapatkan ganti rugi pada acara sosialisasi menjelang pembangunan Bendung Kamijoro di 2016,” ujar Sugeng Lana Raharja.

Seperti diketahui pembangunan Bendung Kamijoro di atas Sungai Progo dimulai 2016 dan selesai akhir 2018. Bangunan bendung berfungsi untuk pengairan pertanian seluas kurang lebih 2.270 ha di wilayah Kabupaten Bantul.

Di atas bangunan bendung dibangun jembatan yang menghubungkan antara Kaliwiru, Desa Tuksono, Sentolo, Kulonprogo dengan Pedukuhan Plambongan, Desa Triwidadi, Pajangan, Bantul. Pembangunan Taman Bendung Kamijoro seluas kurang lebih 7 ha di Pedukuhan Kaliwiru. Terdapat 61 penggarap tanah wedi kengser menjadi lahan HMT. Penggarap HMT merelakan lahan digunakan untuk taman.

“Dampak positif setelah menjadi kawasan taman, sebagian warga beralih pekerjaan menjadi pedagang, petugas parkir, petugas keamanan dan mengelola sarana pendukung taman,” jelasnya.

Menurutnya, karang taruna pengelola Taman Bendung Kamijoro masih berbenah melengkapi fasilitas pendukung. Sejak banyak dikunjungi wisatawan sekitar dua minggu terakhir, sudah tersedia tempat parkir dan toilet. (Ras)