DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 19 Februari 2019 / 08:16 WIB

Kerajinan Bambu Wulung Tuksono Tembus Pasar Eropa

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Bambu wulung tidak hanya bisa diolah menjadi mebeler dan aneka bentuk kerajinan seperti yang selama ini banyak diproduksi sebagian besar perajin. Setelah diproduksi menjadi bambu panel atau pagar Australia, bambu hitam ini mampu menembus pasaran ekspor.

Di wilayah Kulonprogo banyak tumbuh tanaman bambu yang salah satunya jenis bambu wulung. Meski memiliki pasaran ekspor, hanya sekitar tiga lokasi sentra pembuatan bambu panel melayani permintaan eksportir.

“Produksi selama ini untuk memenuhi permintaan ekspor ke Australia dan Jerman. Biasanya di negara tujuan ekspor dipergunakan untuk pagar,” ujar Ruyono, perajin bambu panel warga Wonobroto, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo.

Menurutnya, memproduksi bambu panel sejak 2015. Pihaknya menjadi salah satu penyuplai ke perusahaan ekspor. Produk tersebut selanjutnya diekspor untuk memenuhi permintaan pasar di Australia, Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.

Di Kulonprogo pada awalnya terdapat empat lokasi pembuatan bambu panel, yaitu di wilayah Kenteng Nanggrung, Sentolo, Pengasih dan di Karebet, Desa Tuksono. Namun tinggal satu lokasi yang bertahan memproduksi panel bambu sampai sekarang di Karebet.

Ruyono mengaku mempekerjakan belasan tenaga kerja untuk produksi panel bambu di Karebet, Desa Tuksono. “Produksi tidak tetap, pada saat ramai dalam satu bulan mampu memproduksi sekitar 400 pieces dan kalau sepi seperti bulan-bulan ini hanya sekitar 200 sampai 250 pieces,” ujarnya.

Terdapat tiga ukuran bambu panel yang diproduksi dengan ukuran lebar satu meter dan panjang 2,40 meter, 2 meter dan 1,80 meter. Satu tenaga kerja rata-rata dalam satu hari mampu menyelesaikan pembuatan bambu panel antara 10 sampai 12 pieces. (Ras)