DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 19 Februari 2019 / 01:15 WIB

Pemkab Kulonprogo Berharap Tanjung Adikarto Segera Beroperasi

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Pelabuhan Tanjung Adikarto sudah lama dibangun, hingga saat ini belum juga difungsikan secara resmi. Untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan sekaligus mendukung kemajuan pembangunan daerah, Pemkab Kulonprogo berharap agar pelabuhan di muara Sungai Serang Desa Karangwuni Kecamatan Wates tersebut segera beroperasi.

“Kami berharap sekali pembangunan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Adikarto cepat selesai dan segera dioperasionalkan,” pinta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat Ir Sudarna.

Pelabuhan Tanjung Adikarto merupakan satu-satunya cara untuk mendongkrak produksi perikanan tangkap di Kulonprogo. Keberadaannya sangat strategis dan menjadi peluang untuk ekspor seiring rencana beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Ini merupakan pelabuhan yang diprediksikan mampu mendongkrak hasil perikanan tangkap sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah selatan, khususnya bagi para nelayan,” ujarnya.

Pihaknya membantah Pelabuhan Tanjung Adikarto mangkrak, kendati bangunan syahbandar hingga tempat pelelangan ikan sudah selesai sejak beberapa tahun lalu dan belum dioperasionalkan. Bahkan ada satu titik jalan di pinggir kolam penyandaran kapal mengalami kerusakan parah.

“Tidak mangkrak. Karena secara keseluruhan apa yang dibutuhkan belum selesai dibangun. Artinya, bukan mangkrak, tapi ada bagian-bagian yang harus segera diselesaikan, sehingga pelabuhan dapat segera dioperasikan,” katanya.

Menurutnya, bangunan yang sangat mendesak diselesaikan saat ini adalah pemecah ombak sebelah timur dan pengerukan pasir di alur masuk kapal. “Dua infrastruktur tersebut mendesak diselesaikan, supaya pelabuhan segera dapat dimanfaatkan,” ujarnya.

Secara terpisah anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Muhtarom Asrori SH mengaku pesimis Pelabuhan Tanjung Adikarto akan segera beroperasi. Bangunan dan infrastruktur yang dibangun menggunakan APBD kabupaten dan provinsi sudah jadi lima tahun lalu, tapi selama ini hanya dibiarkan dan tidak dimanfaatkan. (Rul)