DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 19 Februari 2019 / 04:19 WIB

Pemuda Nglipar Produksi Minuman Ringan dari Lidah Buaya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Berawal dari keinginan memiliki usaha, Alan Efendhi warga Jeruk Legi Katongan Nglipar kini mampu memproduksi minuman hingga makanan ringan dari bahan lidah buaya.

Awalnya usahanya dirintis dengan membeli bibit lidah buaya dari Sidoarjo sebanyak 500 batang. Ketika sampai di Gunungkidul tinggal sekitar 350 batang yang bisa ditanam. Semula lahan pekarangan ditanami kacang tanah, hingga akhirnya mencoba mengembangkan lidah buaya.

“Saat itu saya melihat peluang budidaya lidah buaya di internet. Pengembangan di Pontianak daerahnya tidak jauh berbeda dengan di Gunungkidul. Jika di Pontianak bisa berkembang baik, kenapa tidak dicoba di Gunungkidul,” ujar Alan.

Akhirnya, kata Alan, bibit lidah buaya bisa tumbuh dengan baik. Hingga akhirnya banyak masyarakat yang juga tertarik untuk menanam. Ada 100 orang masing-masing dibagikan 50 batang. Sekarang ini sudah menjadi ribuan batang.

Akhirnya dengan bahan yang tersedia dikembangkan minuman dan makanan dalam dua tahun terakhir. Ada dua jenis yang diproduksi yakni minuman nata de aloevera dan kripik.

“Untuk pemasarannya memang belum sampai luar daerah. Karena belum bisa bertahan lama, berkisar 3 hingga 4 hari. Setiap harinya mampu memproduksi kurang lebih 300 hingga 500 minuman. Memang ada pendampingan LIPI agar nantinya bisa memiliki tahan lama hingga tujuh bulan,” imbuhnya.

Alan menambahkan, produk kripik yang terbuat lidah buaya juga dibantu pemasaran oleh Dinas Pertanian dan Pangan, termasuk dari Dinas Perdagangan, juga sudah diikutsertakan untuk pameranpameran. Bahkan rencananya akan dikembangkan dalam bentuk permen, wingko dan teh. Bahkan bisa dikembangkan untuk sabun.

Bersama Kelompok Wanita Tani Dusun Jeruklegi sebanyak 100 orang, usaha budidaya lidah buaya ini terus dikembangkan. “Bahan bakunya dari masyarakat sekitar di Jeruklegi,” ucapnya. (Ded)