Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 18 Februari 2019 / 17:50 WIB

Bandara Singkawang Tingkatkan Konektivitas dan Pariwisata

SINGKAWANG, KRJOGJA.com - Kota Singkawang di Kalimantan Barat yang terus mengalami pertumbuhan, perlu dukungan infrastruktur bandar udara (bandara).
 
Pembangunan bandara baru di kota Singkawang perlu dilakukan untuk meningkatkan konektivitas kota tersebut dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

"Kalimantan Barat, khususnya Singkawang menjadi salah satu perhatian kami, karena strategis dari sisi geografis dan potensi wisatanya,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat melakukan pencanangan bandara baru Singkawang di Kelurahan Pangmilang, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (18/02/2019).

Menhub mengungkapkan, pembangunan bandara baru di kota Singkawang ini akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Diharapkan dengan skema tersebut dapat mempercepat pembangunan dan tidak tergantung dengan APBN.

"Pembebasan lahan sebagian sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Singkawang. Saya apresiasi atas semangat dari Pemkot Singkawang atas semangatnya dalam pembangunan bandara di Singkawang ini," ujar Menhub.

Menurut Menhub, salah satu kekuatan Singkawang adalah warisan budaya atau kearifan lokal yang sangat dijaga oleh masyarakat di Kota Singkawang. Kota hasil pemekaran dari Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang ini terkenal akan perayaan budaya Imlek, seperti festival lampion dan perayaan Cap Go Meh yang bisa menjadi daya tarik turis lokal dan mancanegara.

"Dengan nanti ada bandara di Singkawang, tidak perlu dari Pontianak melalui jalur darat 4-5 jam menuju kesini. Tinggal naik pesawat ke Singkawang,” tambah Menhub.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti yang mendampingi Menhub menyatakan, pihaknya sudah melakukan studi pendahuluan dan akan segera melaksanakan feasibility study serta studi-studi lainnya sehingga target pengerjaan bandara Singkawang bisa tercapai.

Selain itu Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub juga akan lakukan market sounding dan bidding untuk mencari investor yang sesuai karena bandara ini nantinya akan dikerjasamakan swasta dengan sistim KPBU. Dengan demikian bandara akan bisa dikembangkan dengan baik tanpa membebani keuangan negara.

"Untuk tahap awal pada tahun ini kami akan menyiapkan dana Rp 10 miliar untuk land clearing," ujar Polana.

Berdasarkan masterplan daerah, Bandara Singkawang terletak di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan. Nantinya, bandara ini akan berdiri diatas lahan seluas 151.45 Ha dan saat ini telah terealisasi seluas 106.92 Ha. 

Bandara Singkawang rencananya akan mulai dibangun tahun 2020 dan dioperasikan tahun 2022. Pada tahap awal, bandara Singkawang akan memiliki landas pacu 1.400m x 30m, dengan luas landas hubung 199m x 18m, dan luas apron 160m x 70m. Pada tahap ini bandara akan dapat melayani pesawat sejenis ATR 72.

Selanjutnya bandara akan dikembangkan secara bertahap sehingga bisa melayani penerbangan pesawat jet sejenis Boeing B737 atau Airbus A320. Pada tahun 2023, Bandara SIngkawang diprediksi akan mengangkut 53 ribuan penumpang, dan  akan terus meningkat setiap tahunnya seiring perkembangan kota Singkawang dan daerah sekitarnya. (Imd)