DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 18 Februari 2019 / 18:31 WIB

Wali Murid Resah, Kehadiran Kepala Sekolah Baru Mendapat Penolakan

BANTUL, KRJOGJA.com - Proses pergantian kepala sekolah di SD 2 Bluyahan Pendowoharjo Sewon Bantul dari Lucia Tri Nur Nani kepada MY Titik Marsiswati tidak berjalan mulus. Berbagai elemen mulai dari unsur guru, dewan sekolah, orangtua wali murid dan tokoh masyarakat belum menerima jika SD 2 Bluyahan Sewon dipimpin MY Titik Marsiswati. Mereka memasang tulisan berisi penolakan terhadap kepala sekolah baru di tembok depan, pintu gerbang hingga dijendela kaca ruang guru. Sementara itu  MY Titik Marsiswati saat ditemui enggan memberikan banyak komentar terkait polemik penolakan ditempat barunya itu.

Penasihat Dewan Sekolah SD 2 Bluyahan Pendowoharjo Sewon Bantul, Mujadi didampingi anggota dewan sekolah Muchidin mengatakan, rekam jejak kurang positif selama di sekolah sebelumnya jadi pertimbangan utama penolakan masif di SD 2 Bluyahan itu.  Oleh karena itu, guru, wali murid , tokoh masyarakat, dewan sekolah terang-terangan menolak jika SD 2 Bluyahan dipimpin kepala sekolah baru. Tidak hanya itu, Mujadi dan pengurus dewan sekolah menyatakan mundur ketika MY Titik tetap menjadi kepala sekolah. Lebih ekstrim lagi,  Mujadi mengklaim orangtua akan memindahkan siswanya dari SD 2 Blunyahan jika SK Bupati tentang pengangkatan kepala sekolah tetap dijalankan.  "Kalau sampai Bu Titik tetap menjadi Kepala SD 2 Blunyahan, siswa akan kami pindahkan ke sekolah lainnya," ujar  Mujadi.  

Alasan paling mendasar penolakan tersebut lebih pada sosial kemasyarakatan yang dinilai kurang Kepala Sekolah SD 2 Blunyahan tersebut dilantik melalui SK Bupati 18 Januari lalu di Pendapa Parasamya, Bantul. Selanjutnya serahterima jabatan digelar Senin (18/2/2019) di kantor Koordinasi Wilayah (Koorwil) Kecamatan Sewon. Pihaknya  pertengahan Januari lalu sudah  menghadap Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih menyampaikan persoalan itu. Sedang Koordinator Pengawas Kecamatan Sewon Isyanti MPd didampingi Ketua Korwil Kecamatan Sewon Sri Sumarni SPd mengatakan, jika prosdur pengakatan kepala sekolah prosesnya cukup panjang.  Mulai dari pengiriman perwakilan dari sekolah ke korwil hingga penilaian sebelum akhirnya hasilnya disampaikan ke dinas. “Saya pernah bertanya kepada Bu Titik tentang prosesnya, tetapi dia justru menjelaskan jika tahu-tahu disuruh tes menjadi kepada sekolah,” ujarnya.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Blunyahan, MY Titik Marsiswati enggan menjelaskan terkait penolakan oleh wali siswanya. MY Titik mengklaim telah komunikasi dan tidak ada persoalan. Selain itu komunikasi dengan Kepala Dusun Kaliputih yang juga penasihat dewan sekolah dan beberapa warga sekitar sekolah baik-baik saja.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Drs Daeng Daeda  MPd mengatakan, permasalahan itu merupakan sebuah dinamika dalam penempatan kepala sekolah. Aspirasi dari warga akan disampaikan ke Bupati dengan  harapan ada kebijakan yang bagus terkait dengan penampatan kepala sekolah.(Roy)