Gaya Hidup Editor : Agus Sigit Senin, 18 Februari 2019 / 13:50 WIB

Clorot, 'Disogok' Dulu Baru Dimakan

YOGYA, KRJOGJA.com - Yogyakarta kaya dengan ragam kuliner tradisionalnya. Bermacam jajanan yang ada menambah daya tarik wisatawan saat berkunjung di kota ini.

Salah satunya adalah kue tradisional yang diberi nama Clorot. Berbentuk menyerupai terompe, kue kenyal bercita rasa manis ini dibalut daun kelapa menambah penasaran untuk mecicipinya. Selain bentuknya yang unik, makanan sejenis jenang ini juga memiliki cara unik dalam menikmatinya.

"Cara makannya gini dengan di dorong ujungnya jadi enggak usah dibuka bungkusnya," kata Wulan penjual jajanan boy clorot di Pasar Beringharjo, Senin (18/02/19).

Menurut Wulan, clorot adalah jajanan asli Purworejo dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula aren. Meskipun bercita rasa manis, clorot tidak membuat 'eneg' saat dimakan karena diproduksi dengan bahan baku non kimiawi.  

"Harga satuannya Rp.2000 rupiah, tapi harus periket. Satu iketnya ada yang isi lima sama sepuluh," katanya.

Wulan sengaja memilih berdagang clorot karena khawatir terhadap keberadaan jajanan tradisional yang sudah jarang terlihat di kota istimewa ini. Keberadaan kue clorot saat ini hampir jarang ditemukan pada sejumlah pasar tradisional kalah bersaing dengan kue-kue minimalis yang cara membuat maupun memakannya lebih simpel dan tidak merepotkan

Penasaran dengan kue ini? anda bisa menemukannya di pasar tradisional Beringharjo, tepatnya berada di blok 2 di area pedagang batik setiap hari sejak pukul 09:00 sampai 16:00 WIB. (Evi Nur Afiah)