Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 17 Februari 2019 / 12:37 WIB

Hari Ini, JK Tutup Sidang Tanwir Muhammadiyah

BENGKULU, KRJOGJA.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla direncanakan menutup Sidang Tanwir II Muhammadiyah di Bengkulu, Minggu (17/2). Dalam penutupan yang akan dilaksanakan di Wisma Gubernur juga akan disampaikan rekomendasi Sidang Tanwir Muhammadiyah. Meski tidak melakukan politik dukung mendukung dalam tahun politik, rekomendasi Sidang Tanwir termasuk masalah politik.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengemukakan hal tersebut dalam pertemuan dengan wartawan di Gedung Hasan Din Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Sabtu (16/2). Sabtu, selama sehari penuh peserta Sidang Tanwir mengikuti sidang pleno laporan PWM/ORtom dan jawaban PP serta dilanjutkan sidang komisi. Dalam pelaksanaan Sidang Tanwir II ini juga diselenggarakan MoU antara PP Muhammadiyah dengan PT Pos mengenai Pemanfaatan Produk-produk Layanan PT Pos Indonesia untuk Persyarikatan Muhammadiyah.

Kepada wartawan, Haedar menegaskan bila dunia politik sering menyeret agama dan tokoh agama, dalam pusaran politik. Ulama pun menurutnya akan tergoda bukan hanya dengan kursi kadangkala juga dengan ayat kursi : kalau bapak, ustad, kiai masuk ke arena politik, ini akan jadi lahan dakwah.. Karenanya menurut Haedar harus ada wilayah dimana para pewaris Nabi tetap disitu, mencerahkan umat. Sekalipun tidak popular namun menurut Ketum PP Muhammadiyah adalah mulia. Memang harus ada yang teguh dengan posisinya disitu, sebagai ulama pewaris nilai.

"Muhammadiyah pun memberi contoh. Ketika di politik, ya harus lepas jabatan. Bukan berarti jelek, supaya yang dakwah tetap dakwah yang politik tetap ke politik,” tandasnya. Dalam pemilu 2019 ini lanjut Haedar, ada 4 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang diminta berhenti karena memilih politik. (Fsy)