Peristiwa Editor : Ivan Aditya Minggu, 17 Februari 2019 / 01:42 WIB

Jokowi Tegaskan Anggaran Riset Sudah Besar

JAKARTA, KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab kritik yang dilempar CEO Bukalapak Achmad Zaky soal anggaran riset. Menurut capres petahana itu, pemerintah menggelontorkan anggaran cukup besar untuk research and development (R&D).

"Anggaran riset dan pengembangan mencapai Rp26 triliun pada tahun ini. Jadi, sudah gede anggarannya sebetulnya," ujarnya di Istana Merdeka, Sabtu (16/02/2019).

Namun, anggaran tersebut, sambung Jokowi, tersebar ke berbagai kementerian/lembaga (K/L). Karena, riset dan pengembangan dilakukan oleh masing-masing K/L. Padahal, dia mengakui seharusnya anggaran riset terintegrasi oleh satu badan atau lembaga sendiri.

"Tetapi, ini seharusnya sebuah kelembagaan besar agar arahnya jelas, tembakannya tepat, sehingga inovasi di negara ini bisa muncul. Sekarang, karena tersebar di K/L, fokusnya kemana-mana," imbuh Jokowi.

Jokowi memang pernah mewacanakan akan membentuk sebuah lembaga bertajuk Badan Riset Nasional untuk mengelola dan menjadi tulang punggung sektor kerisetan di tingkat nasional. Tapi, sampai hari ini, rencana itu masih menjadi wacana.

Jokowi berjanji akan berusaha untuk terus meningkatkan anggaran riset ke depan. Ia juga meminta pihak swasta untuk ikut ambil bagian pada pengembangan riset. Dengan begitu, riset yang dilakukan tidak bertumpu pada pemerintah saja, tetapi juga bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan industri secara langsung, termasuk perdagangan elektronik (e-commerce).

"Intinya, kita harus mendorong dan mendukung baik yang namanya Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak, untuk memajukan ekonomi kita. Juga semua startup (perusahaan rintisan)," katanya. (*)