DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 16 Februari 2019 / 18:38 WIB

Jikustik Reunian Pertemukan Pongki dan Icha

YOGYA, KRJOGJA.com - Grup band asal Yogyakarta, Jikustik bakal menggelar konser reuni bertajuk Jikustik Reunian di Grand Pacific Hall Yogyakarta 29 Maret 2019 mendatang. Dua mantan anggota yang juga berada dalam formasi pertama Pongki (vokal) dan Icha (bass) bakal bermain bersama kembali setelah keluar memutuskan bersolo karier.

Jikustik Reunian kali ini tampaknya benar-benar spesial apabila terwujud. Pasalnya, Pongki (Vokal & Gitar), Icha (Bass & Vokal), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum) sudah cukup lama tak bermain dalam sebuah kesatuan band. Apalagi bumbu perbedaan-perbedaan pandangan bermusik sempat dinilai banyak pihak tak akan menyatukan lagi formasi awal dalam satu panggung.

Sontak kredit positif layak disematkan pada CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi yang berhasil membuat Jikustik formasi awal kembali bersama dalam satu panggung. Anas sendiri sempat mengungkap bahwa pihaknya banyak mendapatkan permintaan untuk berusaha menyatukan Jikustik dalam satu panggung setelah keluarnya Pongki dan Icha bertahun silam.

“Jikustik formasi awal tak pernah terlupakan, walau sampai saat ini mereka masih tetap eksis dengan formasi baru. Berangkat dari hal tersebut, kami berencana untuk membuat sebuah konser bertajuk ‘Jikustik Reunian’, yang mana konser ini akan kembali menyatukan Pongki dan Icha sebagai mantan personil untuk ‘bersama lagi’ dalam satu panggung. Ini pertama kali sejak keduanya keluar dari band sehingga menjadi sebuah sejarah,” ungkap Anas di Yogyakarta, Sabtu (16/02/2019).

Konsep matang dan menarik pun dibuat Anas bersama tim yang kali ini menggandeng Agus Noor sebagai Show Director. “Konser ini akan kami buat tak terlupakan bagi penonton, karena ini sejarah bagi Jikustik,” lanjut dia.

Jikustik sendiri merupakan band pop romantis asal Yogyakarta yang berdiri pada Februari 1996. Pada awalnya, nama mereka adalah ‘G-Coustic’, yang kemudian mengubah namanya menjadi Jikustik. Kala itu formasi awal dari band pelantun ‘Setia’ ini dihuni oleh Pongki (Vokal & Gitar), Icha (Bass & Vokal), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum).

Pada formasi awal tersebut, Jikustik berhasil menelurkan sebanyak 8 buah album dengan sederet single hits yang tak pernah lekang hingga saat ini. Kedelapan album di antaranya seperti ‘Seribu Tahun’ yang dirilis pada tahun 2000, ‘Perjalanan Panjang’ (2002), ‘Sepanjang Musim’ (2003), ‘Pagi’ (2004) dan beberapa album lainnya yang sampai saat ini masih terkenang di benak pendengar musik di Indonesia.

Namun, setelah belasan tahun berkarya bersama dengan berbagai polemik yang terjadi di tubuh Jikustik, Pongki Barata yang sejak pertama mengisi posisi vokal dan gitar akhirnya hengkang. ‘Malam’ menjadi album terakhir bagi Pongki selama karir musiknya bersama Icha, Adhit, Dadi dan Carlo.

Beberapa tahun kemudian, pada akhirnya Icha pun memutuskan untuk mengikuti jejak Pongki untuk tidak lagi bermusik bersama kawan- kawannya di Jikustik. Saat ini Jikustik tetap eksis di blantika musik tanah air. Posisi vokal diisi oleh Brian yang membuat Jikustik tampil lebih segar menyentuh generasi saat ini. (Fxh)