Kisah Inspiratif Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 16 Februari 2019 / 03:30 WIB

Tidak Ingin Warga Kekurangan Berjuang Sendiri

DIRINTIS 1 Januari 2019, Komunitas Sedekah Bantul (KSB)  kini terus bergerak di  seantero Kabupaten Bantul untuk menebarkan kebaikan dan kepedulian kepada sesama. Dengan anggota 25 orang, komunitas  ini terus mengajak masyarakat secara umum untuk menjadikan sikap peduli kepada sesama  menjadi sebuah gaya hidup. Mereka tidak rela kaum dhuafa di Bantul ini hidup terlunta-lunta.

Ditemui Jumat (15/2/2019), Pengawas Komunitas Sedekah Bantul Radita Bagus didampingi Ketua Komunitas Sedekah Bantul  Christya Widyastuti  membeberkan alasan dibentuknya komunitas yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan itu. Meski kondisi perekonomian secara umum  merangkak naik, namun tidak dipungkiri masih banyak warga berada dilembah jurang kemiskinan. Kadang mereka begitu sulit untuk bisa lepas dari bekapan persoalan. Oleh karena itu tentu tidak ada salahnya dibentuk sebuah komunitas dengan orientasi membantu bagi mereka  menghadapi kerasnya hidup ini. “Tentu  fakta menyedihkan dilapangan jadi alasan komunitas sedekah Bantul ini kami buat, meski kami menyadari  pergerakan ini  sesuai dengan kemampuan kami,” ujarnya.

Dengan konsep itu, personel KSB  dengan daya dan upaya menggalang dana untuk disalurkan kepada dhuafa,anak yatim  dan warga miskin di Bantul.  Radita mengungkapkan, tantangan komunitasnya memang tidak mudah, karena harus mengelola dana masyarakat. Tetapi jajaran KSB sepakat amanah warga  bakal dijaga dengan sekuat tenaga. “Karena kami menyalurkan dana masyarakat bentuk pertanggungjawaban, setiap Jumat ada program santunan bagi warga,” ujarnya. Untuk menentukan penerima program KSB, ada tim melakukan cek calon penerima. Hal tersebut perlu dilakukan program KSB  tidak salah sasaran.

Berkantor sekretariat di Dusun Karangsemut Desa Trimulyo Jetis Bantul, KSB  juga melakukan jemput bola kepada  pihak–pihak yang ingin membagi rezekinya. Menurut Radita,  kelihatannya memang sederhana, tetapi jika tidak dilandasi keikhlasan mengunjungi orang sakit,jompo dan anak yatim sulit rasanya. Sejauh ini beberapa warga sudah dikunjungi oleh personel  KSB.”Kami hadir sekaligus untuk memberikan semangat bagi warga. Jangan sampai mereka berjuang sendiri menjalani kerasnya kehidupan ini,”jelasnya.

Terkait dengan barang yang diberikan, biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan calon penerima. Bahkan pernah dilakukan KSB ini memberikan ayam untuk pemberdayaan. ”Kami dorong mereka untuk lebih  produktif,oleh karena itu pernah kami beri ayam supaya berkembang,” jelasnya. (Roy)