DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 15 Februari 2019 / 17:47 WIB

Wirausaha Harus Mampu Atasi Cepatnya Perputaran Desain Dan Model Baju

LENDAH, KRJOGJA.com - Pengurus Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) DIY, Ayu Purhadi mengatakan, dewasa ini usaha di bidang 'fashion' mengalami perputaran yang sangat cepat, mulai dari desain model batik hingga model baju. Untuk mengatasi hal tersebut maka para wirausaha dituntut harus mampu mengatasi hal tersebut, sehingga produk yang mereka hasilkan bisa laku di pasaran.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Sarasehan Promosi UKM di Sentra Batik Ngentakrejo Kecamatan Lendah, Kulonprogo tepatnya di pendopo Sinar Abadi Batik, Selasa (12/2).

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) DIY, Ir Srie Nurkyatsiwi MMA menegaskan dinas yang dipimpinnya mendorong dan memberikan motivasi kepada masyarakat khususnya Desa Ngentakrejo Kecamatan Lendah terkait pemasaran produk batik unggulan mereka.

"Upaya lain yang kami lakukan, memberikan pembinaan pendampingan secara berkelanjutan mengenai proses produksi, 'packaging' hingga pemasaran produk, dengan harapan dapat meningkatan kapasitas para pelaku dan usaha dalam mengatasi kemiskinan. Kecamatan Lendah mempunyai produk Batik Renteng dan Cendol yang akan kita publikasikan melalui beberapa media sosial, media elektronik serta surat kabar yang harapannya akan dikenal masyarakat luas,” tegas Srie Nurkyatsiwi. 

Selain sarasehan yang diikuti 40 peserta terdiri dari karyawan Sinar Abadi Batik dan para pengrajin pembatik pemula di Ngentakrejo, Dinas Koperasi dan UKM DIY juga mengadakan bimbingan tekhnik (bimtek) sekaligus memerikan hibah berupa peralatan membatik kepada dua kelompok (30 UKM) yaitu Kelompok Seger 1 dan 2 yang berada di Desa Ngentakrejo. 

Srie Nurkyatsiwi menambahkan, target dengan diadakannya sarasehan dapat dilakukan pembinaan yang tepat sekaligus menemukan teknologi pengembangan batik. Melalui kegiatan ini pula sentra batik diharapkan akan semakin berkembag dan maju sehingga dapat dikenal masyarakat Indonesia bahkan mancanegara. 

Selain Sarasehan, Dinas Koperasi dan UKM DIY jug menggelar pameran EXPO UKM Istimewa 2019 di Halaman Dinas Koperasi UKM DIY, Pameran berlangsung Kamis - Sabtu (14-16/2). "Berbagai produk kuliner, kerajinan dan fashion khas masing-masing kabupaten dan kota di DIY kami tampilkan. Acara juga akan dimeriahkan dengan panggung kesenian, senam rakyat, berbagai 'talk show', pembagian 'doorprize' serta 'voucher' belanja," ungkapnya. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulonprogo Dra Sri Harmintarti menuturkan, sejak 2014 wilayah Kecamatan Lendah sudah jadi sentra batik di kabupaten ini. Dari tahun ke tahun wilayah ini mengalami peningkatan kualitas dan penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut menjadi salah satu upaya penuntasan kemiskinan karena sebagian besar masyarakat Lendah khususnya Ngentakrejo bekerja sebagai pengrajin batik.

”Kulonprogo dengan Batik Gebleg Renteng menjadi potensi unggulan untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Dengan kegiatan ini, semoga ke depannya pengrajin batik bisa mengembangkan batiknya lebih professional dan akan tumbuh pengrajin batik muda di Kulonprogo,” tuturnya. (Rul)