DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 15 Februari 2019 / 15:11 WIB

Warga Kaligintung Tanam Pohon di Tengah Jalan

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Warga Kaligintung protes dengan menghentikan penambangan tanah urug di lereng bukit wilayah Balong, Pedukuhan Girigondo, Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Kamis (14/02/2019). Tanah urug dipergunakan untuk menyuplai pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Dalam protes tersebut warga mendesak kepada pemrakarsa penambangan memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan dengan warga, tertanggal 29 Oktober 2018. Warga juga mendesak pemrakarsa penambang, melakukan perbaikan kerusakan jalan akibat dilalui truk pengangkut tambang.

Dalam aksinya, warga mendatangi lokasi penambangan. Operator diminta menghentikan alat berat dan truk keluar dari lokasi penambangan. Warga memasang bambu penghalang di ruas jalan ke lokasi penambangan.

Kepala Desa (Kades) Kaligintung, Hardjono yang memfasilitasi warga bernegoisasi dengan pemrakarsa penambangan, mendesak pihak penambang memenuhi kewajiban kepada warga dan melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui truk pengangkut tambang.

"Warga mendukung pembangunan bandara karena menjadi program nasional. Dalam hal ini tuntutan warga pada pemrakarsa penambangan tanah urug agar memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan dengan warga," ujar Hardjono.

Untuk perbaikan jalan yang menjadi jalur dilalui truk pengangkut tanah urug, tidak hanya dengan tanah urug dari lokasi penambangan. Perbaikan lapisan jalan menggunakan base course, campuran pasir, split dan tanah.

"Warga meminta penambangan dihentikan sampai pihak perusahaan bersedia memenuhi kewajiban. Termasuk perbaikan jalan yang rusak sekitar lima kilometer," desak Ribut Yuwono, salah satu warga peserta aksi penghentian kegiatan penambangan di Girigondo.

Mewakili pemrakarsa penambangan, Sri Puji Lestari menyatakan sanggup memenuhi kewajiban sesuai dalam kesepakatan dengan warga. Termasuk melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat truk penambang di wilayah Desa Kaligintung. (Ras)