Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 15 Februari 2019 / 14:22 WIB

Menpar Resmikan Glamping De Loano dan Pasar Menoreh

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Menteri Pariwisata Ir Arief Yahya MSc meresmikan Glamorous Camping (Glamping) De Loano dan Pasar Menoreh di Desa Sedayu Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, Kamis (14/2). Dua spot tersebut akan menjadi destinasi digital menyasar wisatawan milenial yang jumlahnya semakin meningkat beberapa tahun terakhir.

Menurut Menpar Pasar Menoreh merupakan destinasi yang berfungsi sebagai atraksi untuk mendukung keberadaan glamping di kawasan yang disebut Borobudur Highland di bawah pengelolaan Badan Otorita Borobudur (BOB) itu. "Destinasi seperti ini menurut kita biasa, namun tidak bagi milenials. Banyak tempat seperti ini menjadi viral, jadi trending topic," ungkap Arief Yahya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com.

Pasar Menoreh menjual berbagai kerajinan dan makanan tradisional olahan masyarakat setempat. Selain itu disiapkan panggung untuk pentas seni setiap hari pasaran. Indonesia, lanjut menteri, memiliki 60 destinasi digital dan ditargetkan bertambah jadi seratus pada akhir 2019.

Sementara Glamping De Loano seluas 1,3 hektare dibangun di hutan pinus Petak 99 P milik Perhutani KPH Kedu Selatan. Menurutnya, konsep tersebut dibuat untuk menyasar nomadic tourist dan turis digital. "Kenapa kemah, karena mudah dicopot, mudah dipasang dan glam camp akan jadi kemahnya para nomadic," katanya.
  
Destinasi kekinian menjadi fokus pengembangan wisata karena 50 persen wisatawan yang berkunjung ke Indonesia adalah para milenial. Milenial, lanjutnya, memiliki kesukaan nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dan menyukai dunia digital. "Tapi harga harus terjangkau, sebab mereka ini permintaannya tinggi tapi tidak dengan ekonominya. Kira-kira dengan Rp 500 ribu anak muda bisa traveling dengan sangat menyenangkan," terangnya.
  
Menpar juga menyoroti soal akses menuju objek wisata yang masih menjadi keluhan wisatawan. Keberadaan bandara internasional dengan kapasitas penumpang yang besar dibutuhkan untuk mendongkrak kunjungan. 

Wisatawan manca di Jawa Tengah dan Yogyakarta pertahun mencapai 250 ribu pertahun. Padahal terdapat Candi Borobudur sebagai destinasi utama. "Berbeda dengan Angkor Wat di Kamboja yang bisa menyedot 2,5 juta turis pertahun. Saya jamin kunjungan wisatawan asing bisa 2 juta pertahun setelah bandara NYIA beroperasi," tegasnya.
  
Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengemukakan, pemkab akan ambil bagian dalam membangun infrastruktur di kawasan Borobudur Highland tersebut. "Purworejo akan tangkap peluang itu untuk kesejahteraan masyarakat, namun kita harus persiapkan infrastrukturnya, terutama akses menuju destinasi dan saya akan fokus ke sana," ungkapnya.(Jas)